Breaking News:

Penanganan Covid

JIKA Indonesia Jadi Zona Merah Covid-19, Risiko Buruk Ekonomi Bakal Terjadi, Begini Kata Ekonom

Ekonom Indef Dradjad H Wibowo mengatakan per awal Juni 2021 Indonesia masih berada pada zona kuning pandemi.

Tangkap layar youtube
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksaan vaksinasi Covid-19 bagi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ekonom Indef Dradjad H Wibowo mengatakan per awal Juni 2021 Indonesia masih berada pada zona kuning pandemi.

Ia mewanti-wanti risiko memburuk ke zona merah.

Dradjad berujar, kesimpulan tersebut diambil berdasarkan penggunaan fungsi produksi dan elastisitas produksi kesehatan untuk menganalisis tahapan penularan Covid-19, serta mengkaji besaran risiko dari pelonggaran Tindakan Kesehatan Publik (TKP).

Hal tersebut disampaikan Dradjad merujuk pada artikel Wibowo, D.H. When can physical distancing be relaxed? A health production function approach for COVID-19 control policy. 

BMC Public Health 21, 1037 (2021), dengan DOI https://doi.org/10.1186/s12889-021-11088-x.

BMC Public Health adalah salah satu jurnal kesehatan publik terkemuka di dunia dengan kategori Scopus Q1.

Ekonom Indef Drajad H Wibowo.
Ekonom Indef Drajad H Wibowo. (net.)

Dradjad yang juga ekonom senior Indef ini pernah menjadi peneliti ekonomi kesehatan pada awal dekade 1990-an.

Dengan pendekatan fungsi produksi kesehatan, kondisi penularan di satu negara atau wilayah dapat dibagi menjadi tiga zona, yaitu merah, kuning dan hijau.

"Pelonggaran TKP dapat dipertimbangkan, namun  perlu menghitung risiko eskalasi kasus berdasarkan probabilitas Bayesian," ujar Dradjad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/6/2021).

Menurut Dradjad, selama ini indikator epidemiologi kunci yang dipakai adalah bilangan reporoduksi R.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Candra Isriadhi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved