Breaking News:

Penanganan Covid

Soal PTM, FSGI Minta Pemda Tak Buka Sekolah Jika Positivity Rate Covid-19 Lebih dari 5%

FSGI meminta agar pemerintah daerah tidak segera membuka sekolah jika angka positif corona di wilayahnya masih tinggi.

Tribun Medan/ Rizky Cahyadi
Sejumlah siswa baru yang didampingi orangtuanya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/7/2020).TRI BUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta agar pemerintah daerah tidak segera membuka sekolah jika angka positif corona di wilayahnya masih tinggi.

Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan langkah ini untuk melindungi warga pendidikan dari penularan Covid-19.

"FSGI mendorong pemerintah daerah tidak membuka sekolah atau madrasah pada Juli 2021 jika kasus covid atau positivity rate covid-19 lebih dari 5 persen," ujar Heru dalam webinar yang digelar FSGI, Senin (7/6/2021).

Selain itu, Heru meminta pemerintah daerah tidak membuka pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah atau madrasah hanya dengan pertimbangan gurunya sudah di vaksin.

Menurutnya, kekebalan kelompok belum terbentuk di sekolah ketika guru di vaksin.

Sementara peserta didik belum divaksin, mengingat vaksin anak belum ada.

"FSGI mendorong Pemerintah daerah melibatkan Epidemiolog dan IDAI di daerahnya untuk meminta pertimbangan saat hendak memutuskan membuka madrasah atau sekolah tatap muka pada Juli 2021 nanti," tutur Heru.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Segera Dibuka, 75 Persen Orangtua Mendukung, KPI & Wasekjen PGRI Tanggapi

Baca juga: Antusias Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Perketat Prokes Sekolah dan Susun Pedoman

FSGI, kata Heru, juga mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bersama-sama mensosialisasikan kepada para pendidik untuk mau divaksinasi dan tidak mempercayai hoaks yang beredar bahwa vaksinasi covid-19 seolah membahayakan.

Selain itu, FSGI mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten, ota melakukan nota kesepahaman terkait pendamping sekolah dalam PTM.

"Dimana sekolah mendapat arahan dalam penyusunan protokol kesehatan atau SOP AKB di satuan pendidikan dan sekolah dapat mengakses layanan fasilitas kesehatan terdekat ketika ada situasi darurat," ungkap Heru.

Heru mengungkapkan temuan kasus warga sekolah yang suhunya di atas 37,3 derajat atau ada warga sekolah yang pingsan saat PTM berlangsung.

#pembelajarantatapmuka #covid19

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved