Breaking News:

VIRAL Takut ke RS, Ibu Tahan Tangis Lihat Bayinya Dikerok Dukun Beranak: Cuma Bisa Nahan Air Mata

Alasan takut disebut Covid-19, seorang ibu viral relakan bayinya dikerok dukun beranak hingga merah dan meronta kesakitan.

Editor: octaviamonalisa
TikTok
Viral bayi dikeroki dukun beranak 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tengah viral di media sosial, seorang bayi dikerok hingga tubuhnya memerah.

Beralasan takut dibawa ke rumah sakit nanti dikira Covid-19, seorang ibu relakan bayinya dikerok oleh paraji atau dukun beranak.

Dalam curhatnya di akun TikTok, sang ibu mengaku hanya bisa menahan tangis.

Ia mengaku tak bisa berbuat apa-apa melihat bayinya meronta kesakitan saat dikerok sang dukun.

Dalam video yang viral tersebut, tampak punggung bayi sudah memerah akibat dikerok.

Terlihat ada lima goresan bekas kerokan di punggung bayi malang tersebut.

Baca juga: VIRAL Keluarga Ini Kaget Lihat Menu Harga di Kafe, Nasinya Dibandrol Rp 5 Juta, Ini Faktanya

Baca juga: SUKA Begadang & Merokok, Pria Ini Koma 2 Hari, Napas Sudah Nol, Kini Pilu Tahu Paru-parunya Mengecil

Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi (The Week)

Bukannya menuai simpati, unggahan sang ibunda justru mendapat banjiran komentar negatif dari warganet.

"Akhirnya dibawa ke paraji, malah dikerok sampai kayak begitu," kata ibu sang bayi dalam video yang diunggah.

Ia mengaku takut membawa sang anak ke rumah sakit lantaran khawatir disebut Covid-19.

"Mau dibawa ke rumah sakit takut dibilang corona," tambahnya.

Siapa sangka, hanya karena alasan itu, bayi malang tersebut akhirnya dibawa ke dukung beranak atau paraji.

"Akhirnya dibawa ke paraji, malah dikerok sampai kayak begitu," katanya.

Ibu tersebut mengaku kala anaknya dikerok, ia hanya bisa menahan tangis.

Baca juga: MALU Aibnya Lecehkan Dosen Wanita Viral, Rektor Unipar Jember Pilih Mundur: Saya Khilaf Mau Cium Dia

Pasalnya bayi mungil tersebut menjerit-jerit kesakitan.

"Sakit hati banget lihat anak sakit," ucapnya.

"Lebih sakit lagi pas liat dia kesakitan dikerok, dan gue cuma bisa nahan air mata," imbuhnya.

Ia mengatakan sebenarnya saat itu masih bisa mencegah sang paraji untuk tidak mengerok bayinya, namun malah tak dilakukan.

"Masih bisa bilang enggak usah sebenarnya," katanya.

"Tapi..." imbuhnya.

Viral bayi dikeroki dukun beranak
Viral bayi dikeroki dukun beranak (TikTok)

Video yang diunggah akun TikTok Lubnaazkialovata itu sontak dibanjiri komentar negatif dari netizen.

Sebagian besar netizen menganggap tindakan sang ibu tidak tepat.

dedesitimiyati: ya Allah emak mcam ap lh ky gni

juzlikehoney: Ya Allah kasian bayinya punya ortu jaman purba di 2021

elookbeautycare: Knp ga di bawa ke dokter aja sih. Kl gada duit bisa ke puskesmas

Apakah Kerokan Efektif?

Istilah masuk angin kerap digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan rasa tidak enak badan tanpa penyebab yang jelas.

Untuk menyembuhkan gejala tersebut, banyak orang salah satunya kerap mengambil langkah pengobatan dengan kerokan.

Di mana, mereka akan meminta bantuan kepada orang lain untuk lebih dulu menggosokkan balsam atau minyak rempah sebelum kemudian menggoreskan uang logam ke bagian punggung dan dada hingga meninggalkan bekas berwarna kemerahan.

Banyak orang meyakini, bekas goresan berwarna merah tersebut adalah tanda adanya angin di dalam ke tubuh.

Semakin merah atau terlihat lebih hitam tanda tersebut, maka dipercaya kian banyak pula angin yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: PILUNYA Terapis Pijat Dirudapaksa 3 Pemuda Hingga Pingsan, Hidung Ditonjok, HP Dijual Buat Foya-foya

Orang-orang menganggap kerokan dapat melebarkan pembuluh darah tepi (vasodilatasi) sehingga aliran darah ke jaringan menjadi lebih baik dan penderita akan merasa badannya agak lebih enak.

Sementara, ada juga yang berpandangan, ketika orang yang dikerok sudah bersendawa, artinya angin telah berhasil dikeluarkan dari dalam tubuh dan sebentar lagi badan akan kembali bugar.

Entah sejak kapan istilah masuk angin beredar di masyarakat.

Namun, sudah jelas bahwa diagnosis masuk angin tidak dikenal dalam dunia kedokteran modern.

Fakta kerokan

Melansir Buku Ajar Ilmu Kesehatan (Memahami Gejala, Tanda dan Mitos) karya Dr. dr. Umar Zein, DTM & H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M., garis-haris merah yang muncul di tubuh setelah kerokan bukanlah pertanda angin keluar.

Bekas goresan berwarna merah itu melainkan dampak dari pecagnya pembuluh kapiler tepi yang berada di kulit.

Jadi, tidak mengherankan jika beberapa waktu setelah kerokan, gejala-gejala masuk angin bisa saja kembali menyerang seseorang.

Orang sehat pun apabila dikerok, akan meninggalkan jejak merah yang sama.

Tapi, jarang kan ada orang sehat yang dikerok?

Rasa tidak enak badan atau pegal otot yang hilang setelah kerokan bisa dibilang hanya kamuflase.

Pasalnya, kerokan akan menciptakan rasa sakit baru yang dapat menimbulkan rasa seolah-olah rasa sakit pertama berkurang atau "terlupakan".

Dalam buku Kontroversi 101 Mitos Kesehatan (2012) karya dr. Florentina R. Wahjuni, juga dijelaskan bahwa kerokan tidak membantu menyembuhkan masuk angin.

Bekas merah yang dihasilkan setelah kerokan bukanlah pertanda bahwa anginnya telah keluar.

Hal itu melainkan adalah dampak dari pecahnya pembuluh kapiler tepi yang berada di kulit. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta dan Kompas.com dengan judul Viral Video Bayi Dikerok Dukun Beranak hingga Merah, Sang Ibu Membiarkan: Cuma Bisa Nahan Tangis, Benarkah Kerokan Bisa Sembuhkan Masuk Angin?.

Baca berita viral lainnya di sini

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved