Breaking News:

Virus Corona

SATGAS Covid-19 Akan Tindak Tegas Perusahaan Pelanggar PPKM Darurat, Bahkan Ancam Cabut Izinnya

Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak Sabtu (3/7/2021) banyak perusahaan yang melanggar.

Editor: Candra Isriadhi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana penyekatan pembatasan menuju Jakarta di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (5/7/2021). Polisi melakukan penyekatan di 63 titik wilayah di Jadetabek untuk membatasi mobilitas warga saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung hingga 20 Juli 2021. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak Sabtu (3/7/2021) banyak perusahaan yang melanggar.

Oleh sebab itu Satgas Covid-19 akan bertindak tegas dengan bantuan dari pihak terkait.

Tak hanya peringatan, perusahaan yang melanggar PPKM Darurat terncam ditutup izinnya.

Hingga kini masih saja ada pelanggaran yang terjadi di masa pengetatan PKKM Darurat.

Masih banyak juga perusahaan yang tetap nekat menyuruh karyawannya bekerja di kantor.

Hal tersebut tentu saja bertolak belakang dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi penyebaran Covid-19.

Ilustrasi - syarat-syarat naik kereta api selama masa PPKM darurat.
Ilustrasi - syarat-syarat naik kereta api selama masa PPKM darurat. (Tribunnews/Herudin)

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, sebanyak 103 perusahaan ditindak pihak Polda Metro Jaya dan Pemerintah Daerah dalam rangka operasi yustisi penerapan PPKM Darurat.

Padahal perusahaan tersebut bukan merupakan sektor kritikal ataupun esensial yang diizinkan untuk tetap bekerja.

Akibat penertiban tersebut, seluruh perusahaan yang terjaring operasi yustisi disegel sementara.

Diwartakan Tribunnews.com, ada juga PT DPI dan PT LMI, dua perusahaan yang melanggar PPKM Darurat dan disidak langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dari PT DMI, polisi mengamankan sembilan orang, dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara di PT LMI, polisi telah mengamankan lima orang, dan satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, PPKM Darurat dilakukan agar mobilitas masyarakat bisa ditekan.

Selain itu PPKM Darurat ini juga diharapkan bisa menekan angka penularan Covid-19 yang akhir-akhir ini terus mengalami kenaikan signifikan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved