Breaking News:

TERPAPAR Covid-19, Afgan Beber Rahasia Ia Bisa Minim Gejala, Cuma Lakukan Satu Hal Ini

Penyanyi Afgan Syahreza membuat pengumuman bahwa dirinya positif Covid-19.

Editor: galuh palupi
Instagram Afgan
Rahasia Afgan minim gejala saat positif Covid-19 

WHO mengatakan bahwa meskipun kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit serius, kondisi tersebut seringkali ringan dan merespon dengan baik terhadap pengobatan konservatif.

Tetapi dalam lima kasus, orang yang mengalami kondisi jantung ini akhirnya meninggal.

EMA mengatakan para pasien itu berusia lanjut atau memiliki kondisi kesehatan bawaan.

Kesimpulan dari regulator Eropa ini mengonfirmasi temuan AS bulan lalu.

Baca juga: VAKSIN Covid-19 Moderna Dinilai Miliki Efikasi Tinggi, Akan Dipakai Vaksinasi Booster untuk Nakes

Baca juga: 13 Stasiun Kereta Api Indonesia yang Layani Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir Sebut Berjalan Lancar

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sebelumnya menyimpulkan bahwa peradangan jantung setelah dosis kedua Pfizer lebih tinggi dari yang diprediksi di kalangan pria muda.

EMA tidak menemukan hubungan potensial yang sama antara peradangan jantung dengan vaksin COVID-19 lainnya, seperti AstraZeneca atau Johnson & Johnson, yang cara pembuatannya menggunakan metode berbeda.

Tetapi EMA menyarankan bahwa orang dengan riwayat kelainan darah langka seperti sindrom kebocoran kapiler tidak boleh diberikan suntikan Johnson & Johnson.

Pada bulan Juni lalu, mereka meminta sindrom kebocoran kapiler untuk ditambahkan sebagai potensi efek samping dari AstraZeneca.

Meski ada efek samping, baik EMA maupun WHO menyimpulkan bahwa manfaat vaksin COVID-19 masih lebih besar daripada risikonya.

Tetapi regulator UE menyarankan bahwa efek samping ini harus secara resmi tercantum dalam informasi produk untuk vaksin mRNA sebagai peringatan untuk dokter dan pasien.

Dalam berita lain seputar vaksin Pfizer, Israel melaporkan pada hari Senin penurunan kemanjuran Pfizer dalam mencegah infeksi.

Hal itu diduga karena merebaknya kasus varian Delta di seluruh negara.

Tetapi disebutkan bahwa vaksin tetap efisien dalam mencegah penyakit serius.

Pfizer juga mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja untuk menciptakan suntikan booster.

Bosster itu dapat digunakan setelah dosis kedua untuk meningkatkan kemanjuran dalam kasus varian yang sangat menular seperti Delta.

Sementara itu, regulator Uni Eropa mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan apakah lebih dari dua dosis vaksin saat ini diperlukan. (Grid Fame/Tribunnews)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Grid Fame dengan judul 'Ajaib! Cuma Lakukan Satu Hal Ini, Afgan 4 Hari Terpapar Covid-19 Tanpa Sakit Atau Gejala Apapun'

Baca artikel lain terkait Afgan di sini

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved