Breaking News:

Beredar Kabar Ambulans Kosong Mondar-mandir untuk Takuti Warga, Benarkah? Ini Fakta Sebenarnya

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, suara khas mobil ambulans semakin sering terdengar.

Editor: galuh palupi
Kompas.com
Petugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, (5/3/2020). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di tengah lonjakan kasus Covid-19, suara khas mobil ambulans semakin sering terdengar.

Banyak ambulans mondar-mandir di jalan membuat suasana semakin mencekam.

Namun belakangan tersebar berita tentang mobil ambulans kosong yang sengaja mondar-mandir demi menakuti warga.

Bahkan akibat berita tersebut sebuah mobil ambulans sengaja dirusak oleh warga.

Petugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, (5/3/2020).
Petugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, (5/3/2020). (Kompas.com)

Dua pemuda itu menyerang sopir ambulans dengan memecahkan kaca menggunakan helm.

Ada pula ambulans yang dijegat dan diancam oleh kedua pemuda tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Yogyakarta, dan Polda DIY sudah mengamankan keduanya.

Untuk meluruskan informasi hoax tersebut, seorang relawan di Yogyakarta mencoba meluruskan informasi yang beredar.

Ia menceritakan soal ambulans kosong itu melalui akun Facebooknya, Herry Febrianto.

"Sebagai tukang sopir dadakan merangkap kuli angkut peti merangkap tukang panggul jenazah , izinkan saya sedikit menjelaskan kepada para Netizen bardiman tentang apa yang selama ini dituduhkan kepada ambulance. Ini bukan pembelaan diri, wong ambulance memang tidak bersalah. Yang salah adalah mereka yang menyalahgunakan ambulance," tulisnya mengawali cerita.

Ia kemudian menceritakan soal ambulans kosong yang masuk kampung dan menyalakan sirine.

"Saat ini cara kami melayani orang yang sakit atau menjemput jenazah di rumah adalah via wag dan HT. Ketika info mengudara, misal : " mohon bantuan kepada relawan terdekat, di daerah Baciro RT XX RW XX, belakang hotel xxx masuk ke timur, an. Bp Tukiman. positif Covid, mengalami pemburukan nafas. Tolong dibawa ke RSUD untuk ditangani," tulisnya.

Lalu setelah itu, kata dia, ada satu tim yang meluncur ke lokasi yang dimaksud.

"Kami enggak paham daerah, kami hanya tau ancer-ancer. Perlu anda ketahui pula bahwa sopir ambulance yang bertugas saat ini BUKAN sopir ambulance asli. Mereka adalah relawan yang aslinya mungkin Dosen, karyawan, ustadz, mas mas satgas, dsb," tulis Herry lagi.

"Nah saat kami menjemput pasien yang kritis, ya harus cepat. Maka saat kami masuk gang, ya kami nyalakan sirene supaya keluarga atau tetangga si sakit mendengar ambulance sudah datang dan mengarahkan kru kami ke rumah ybs. Itu sangat menghemat waktu dan mungkin sangat berarti bagi beliau yang bertarung nyawa dengan Covid. Jadi ambulance kosong itu sedang MENCARI seseorang yang hendak diselamatkan nyawanya," tegasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved