Breaking News:

PILU Ayah Dipenjara, 2 Anak Penyanyi Rusia Ini Memohon ke Presiden Jokowi: Tolong Bebaskan Ayah Kami

Pilu sang ayah dipenjara gara-gara palsukan tes PCR, 2 anak penyanyi Rusia ini memelas pada Presiden Jokowi. Minta sang ayah dibebaskan.

Editor: octaviamonalisa
YouTube Dmitriy Anokhin Elena Mukh, Instagram @jokowi
Penyanyi Rusia, Aiza Anokhin bersama kedua anaknya memohon ke Presiden Jokowi 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Beredar video seorang penyanyi Rusia bersama kedua anaknya memohon ke Presiden Jokowi.

Sembari menahan tangis, kedua anak penyanyi Rusia tersebut memohon kepada Presiden Jokowi agar sang ayah dibebaskan.

Tak hanya itu, sang penyanyi Rusia pun ikut memelas kepada Presiden Jokowi.

Penyanyi asal Rusia bernama Aiza Anokhin ini rupanya memohon agar mantan suaminya, Dmitriy Anokhin dibebaskan.

Dmitriy Anokhin sendiri ditangkap kepolisian Indonesia lantaran telah memalsukan tes PCR.

Pria asal Rusia tersebut ditangkap di Bali pada 2 Maret 2021 lalu.

Baca juga: 4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat PCR, Dijual 1 Juta & Sudah Terjual Sekitar 200 Lembar

Baca juga: Masuk Arab Saudi Kini Tanpa Karantina, Harus Sudah Divaksin dan Tes Negatif PCR 72 Jam Terakhir

Aiza Anokhina bersama kedua anaknya memohon pada Presiden Jokowi
Aiza Anokhin bersama kedua anaknya memohon pada Presiden Jokowi (YouTube Dmitriy Anokhin Elena Mukh)

Ia ditangkap bersama Elena Mukh dari Ukraina lantaran telah memalsukan hasil tes PCR.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Aiza Anokhin.

Penyanyi Hip Hop Rusia ini percaya bahwa sang suami hanyalah menjadi korban penipuan.

Untuk itu ia memohon kepada Presiden Jokowi agar berkenan membebaskan mantan suaminya tersebut.

Ia mengaku anak-anak dan keluarga sangat merindukan dan membutuhkan Dmitry.

Berikut ini isi permohonan Aiza Anokhin ke Presiden Jokowi meminta agar mantan suaminya dibebaskan, seperti dilansir Tribun-Medan.com dari Russia Beyond, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Kemenhub Tegaskan GeNose C19 Bukan Alat Diagnostik Covid-19, Tak Bisa Gantikan Tes PCR

Mereka ditahan pada 2 Maret dan masih ditahan di penjara Indonesia.

Dengan segala cinta, dengan segala hormat, kami memohon grasi kepada Presiden Indonesia Joko Widodo agar Dmitry Anokhin dan Elena Mukh dibebaskan, karena anak-anak membutuhkan ayahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved