Tanya Jawab Islam
Benarkah Mayit Menghadap ke Kiri saat Sakaratul Maut Tanda Iman Tak Diterima? Ini Jawaban Buya Yahya
Mayit menghadap ke kiri saat sakaratul maut tanda iman tak diterima? simak penjelasan Buya Yahya.
Penulis: Apriantiara Rahmawati Susma
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Reporter: Tiara Susma
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Setiap manusia nantinya akan dihadapkan pada kematian.
Sebelum meninggal dunia, setiap orang akan merasakan sakaratul maut.
Sakaratul maut adalah kondisi dimana ruh perlahan berpisah dari jasadnya.
Setiap orang dihadapkan pada kondisi sakaratul maut yang berbeda-beda.
Sementara itu, muncul berbagai anggapan terkait sakaratul maut di kalangan masyarakat.
Sebagian orang beranggapan mereka yang menghadap ke kiri saat sakaratul maut pertanda imannya tak diterima.
Apakah benar seperti itu?
Baca juga: Menggelar Tahlilan untuk Orang Meninggal, Benarkah Termasuk Bidah? Simak Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: Benarkah Ruh Orang yang Sudah Meninggal Bisa Gentayangan? Begini Jawaban Ustaz Khalid Basalamah

Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di Al-Bahjah TV pada 13 November 2017.
Buya Yahya menegaskan bahwa hal itu tidak lah benar.
Ia mengingatkan untuk tak berprasangka buruk kepada orang yang meninggal.
"Jawabannya adalah itu tidak benar," ujar Buya Yahya.
"Nggak boleh keyakinan seperti itu, suudzon pada orang meninggal dunia.
Orang lihat kemana saja sakaratul maut," imbuhnya.
Buya Yahya mengungkapkan sakaratul maut adalah kondisi dimana dosa-dosa orang tersebut diampuni oleh Allah.
Saat orang merasakan sakit sakaratul maut, bisa saja orang tersebut tak akan disiksa lagi oleh Allah.
"Selagi dia mati dalam keadaan Islam tidak murtad, sakaratul maut itu menghapus dosa bagi dia," kata Buya Yahya.
"Bisa saja setelah sakaratul maut, maka sudah tidak disiksa lagi oleh Allah karena sakitnya sakaratul maut karena Allah pantang menyiksa hamba dua kali," imbuhnya.
Baca juga: Benarkah Orang yang Sudah Meninggal Akan Pulang ke Rumahnya Setelah 40 Hari? Ini Jawaban Buya Yahya
Buya Yahya juga membahas mengenai orang yang senyum saat sakaratul maut.
Ada anggapan orang yang senyum saat sakaratul maut berarti akan menjadi ahli surga.
Namun, mereka yang tak senyum ketika sakaratul maut bukan berarti akan menjadi ahli neraka.
"Ada tanda misalnya dibarengi senyum dan sebagainya, bukan berarti yang tidak senyum adalah ahli neraka.
Dia merasakan sakit sakaratul maut, akan diampuni oleh Allah," ungkapnya.
Berikut video lengkapnya:
Benarkah Orang Meninggal Bisa Mendengar Percakapan Orang yang Masih Hidup? Ini Kata Buya Yahya
Benarkah orang yang sudah meninggal bisa mendengar percakapan mereka yang masih hidup?
Buya Yahya pun memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Seperti kita ketahui, orang yang sudah meninggal secara kasat mata tak lagi bergerak.
Kita mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhirnya.
Lalu, kita meninggalkannya dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Kita mungkin tak bisa melihat arwah orang meninggal secara kasat mata, namun apakah mereka bisa melihat orang yang masih hidup?
Apakah orang yang sudah meninggal tersebut bisa melihat aktivitas kita sehari-hari dan bahkan mendengar percakapan kita?
Baca juga: Apakah Orang yang Rajin Sedekah Tapi Tak Pernah Sholat Tetap Dapat Pahala? Ini Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: HUKUM Bersedekah untuk Orangtua yang Sudah Wafat, Apa Sedekah Paling Bermanfaat? Ini Kata Buya Yahya

Buya Yahya mengungkapkan ada perbedaan pendapat terkait hal tersebut.
Sebagian orang yang menyebut orang yang sudah meninggal tak bisa mendengar percakapan mereka yang masih hidup.
Buya Yahya kemudian menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW pasca perang Badar.
Disebutkan Buya Yahya, Nabi Muhammad SAW pernah mengungkapkan bahwa orang-orang yang sudah meninggal bisa mendengar perkataan mereka yang masih hidup.
"Masalah orang meninggal mendengar orang yang hidup hampir disepakati, memang ada perbedaan sebagian berkata tidak mendengar," ujar Buya Yahya seperti dikutip dari video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV, 16 Oktober 2018.
"Tapi Nabi Muhammad SAW pernah menyeru waktu selesai perang Badar.
'Ya Rasulullah mereka tidak mendengar, mereka sudah mati' sampai Nabi menjawab 'engkau tidak lebih mendengar dari mereka', artinya mereka mendengar," imbuhnya.
Baca juga: Benarkah Bayi yang Meninggal Bisa Bantu Orangtuanya Masuk Surga? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Lebih lanjut, Buya Yahya menyinggung soal adab saat ziarah kubur.
Seperti diketahui, kita dianjurkan untuk mengucap salam saat berziarah kubur.
Menurut Buya Yahya, hal itu mengisyaratkan bahwa orang yang sudah meninggal mendengar ucapan mereka yang masih hidup.
"Kemudian juga kita disunnahkan saat ziarah kubur mengucapkan Assalamualaikum,
berarti ini mengisyaratkan bahwa mereka mendengar. Mereka mendengar salam kita," jelas Buya Yahya.
"Bahkan dalam hadits juga waktu mengkubur, dia akan mendengar terompah kaki berjalannya," lanjutnya.
Di kesempatan itu, Buya Yahya juga membeberkan perbedaan alam barzakh dan alam kubur.
"Alam barzakh bukan di kubur itu, kubur itu menyimpan sajadnya.
Alam barzakh ini digambarkan ya alam, jadi ada alam tuh ada alam rahim, alam dunia, ada alam barzakh ada alam akhirat nanti," pungkasnya.
Berikut video lengkapnya:
(TribunnewsMaker.com/Tiara Susma)
Berita dan artikel lainnya terkait Buya Yahya di sini