Breaking News:

Tanya Jawab Islam

Apakah Haram Istri Menambahkan Nama Suami di Belakang Namanya? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah beri penjelasan mengenai hukum istri menambahkan nama suami di belakang namanya.

YouTube Khalid Basalamah Official
Ustaz Khalid Basalamah. 

Buya Yahya menegaskan hal itu sesuai dengan mazhab yang diyakini oleh umat Muslim.

Disebutkan Buya Yahya, kebanyakan masyarakat Indonesia menganut Mazhab Imam Syafi'i.

Menurut Mazhab Imam Syafi'i, suami istri bersentuhan dapat membatalkan wudhu.

"Mazhab Indonesia adalah mazhab Syafi'i, mazhab Syafi'i bersentuhan laki-laki dengan perempuan adalah batal, suami istri juga batal," ungkap Buya Yahya.

Kendati demikian, Buya Yahya menegaskan hal itu kembali lagi kepada mazhab yang diyakini.

Berbeda dari Mazhab Syafi'i, Mazhab Hanafi menyebut laki-laki dan perempuan bersentuhan tidak membatalkan wudhu.

Baca juga: Hukum Berwudhu dalam Keadaan Telanjang, Apakah Sah Atau Tidak? Begini Penjelasan Buya Yahya

Sementara, Mazhab Maliki berpendapat bahwa laki-laki dan perempuan bersentuhan tidak membatalkan wudhu jika tidak disertai dengan sahwat.

Namun, wudhu mereka akan batal jika bersentuhan disertai dengan sahwat.

Buya Yahya mengungkapkan perbedaan pandangan terkait hukum yang berlaku dalam agama bukan menjadi masalah.

Hal itu lantaran imam memiliki pemahaman yang berbeda-beda dalam menetapkan hukum agama.

Berikut video lengkapnya:

(TribunnewsMaker.com/Tiara Susma)

Berita dan artikel lainnya terkait Buya Yahya di sini

Berita dan artikel lainnya terkait Ustaz Khalid Basalamah di sini

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved