Tanya Jawab Islam
Batuk Ketika Baca Al Fatihah, Apakah Harus Membaca Ulang? Berikut Ini Penjelasan Buya Yahya
Batuk saat baca Al Fatihah, apakah harus mengulanginya? simak penjelasan Buya Yahya.
Penulis: Apriantiara Rahmawati Susma
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Reporter: Tiara Susma
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Saat melaksanakan sholat, kita diwajibkan membaca surat Al Fatihah.
Membaca Al Fatihah merupakan salah satu rukun shalat, sehingga tak boleh ditinggalkan.
Jika seseorang tak membaca Al Fatihah dalam sholatnya, maka sholat menjadi tidak sah.
Sementara itu, kita tentu pernah dihadapkan pada situasi tak terduga saat melaksanakan sholat.
Salah satunya adalah batuk ketika membaca Al Fatihah.
Dari sinilah muncul pertanyaan, apakah harus mengulang membaca Al Fatihah jika berada pada situasi tersebut?
Baca juga: BENARKAH Menguap 3 Kali dan Menangis Dapat Membatalkan Sholat? Begini Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: Saat Sholat Salah Arah Kiblat, Apakah Sholatnya Harus Diulang? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV pada 19 April 2019.
Buya Yahya menegaskan harus ada kesinambungan saat membaca Al Fatihah.
Artinya, tidak boleh disela dengan kalimat yang bukan dari bagian Al Fatihah.
"Syarat membaca surat Al Fatihah itu harus ada kesinambungan,
tidak boleh disela-selahi dengan kalimat yang bukan dari bagian Al Fatihah," ungkap Buya Yahya.
"Kecuali untuk membenarkah imam yang salah membaca Al Fatihah," imbuhnya.
Lantas, bagaimana jika batuk saat membaca Al Fatihah?
Baca juga: Melakukan Sholat Secara Tergesa-gesa, Apakah Sah Sholatnya? Simak Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
Buya Yahya mengungkapkan jika saat membaca Al Fatihah terputus karena batuk atau bersin, kita tak perlu mengulanginya.
Dengan kata lain, kita boleh melanjutkannya dan hal itu tetap dianggap sah.
"Ada orang yang putus Al Fatihah nya karena batuk yang tiba-tiba datang, bersin juga nggak bisa ditahan,
maka kalau seperti itu tidak dianggap putus karena anda tidak berkeinginan untuk memutusnya, tapi yang memutus adalah Allah dengan batuk yang dikirim,
maka tetap dilanjutkan Al Fatihah-nya nggak perlu diulang kembali dan sah," tutur Buya Yahya.
Berikut video lengkapnya:
Saat Sholat Salah Arah Kiblat, Apakah Sholatnya Harus Diulang? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
Bagaimana jika kita sholat namun baru sadar ternyata salah arah kiblat?
Berikut ini penjelasan dari Ustaz Khalid Basalamah seperti dilansir dari video yang diunggah di YouTube Lentera Islam.
Seperti diketahui, menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah sholat.
Saat sholat, kita diwajibkan menghadap kiblat yakni tepatnya mengarah ke Ka'bah.
Namun, kita mungkin pernah dihadapkan pada situasi dimana kita mengerjakan sholat di tempat yang belum pernah kita datangi.
Lalu, kita baru menyadari setelah selesai sholat ternyata kita salah arah kiblat.
Baca juga: Bagaimana Hukumnya Mengusap Wajah & Bersalaman Setelah Sholat? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
Baca juga: HUKUM Telat Mengerjakan Sholat Subuh karena Bangun Kesiangan, Dosakah? Ini Penjelasan Buya Yahya
Jika hal itu terjadi, apakah kita harus mengulangi sholat?
Ustaz Khalid Basalamah memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
"Kalau seseorang tidak menghadap kiblat, dan memang dia berusaha 'oh setahu saya di sini kiblat',
tidak ada yang bisa ditanya, lalu takbir sampai selesai salam," ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Ustaz Khalid Basalamah pun menegaskan tak perlu mengulangi sholat bagi mereka yang salah arah kiblat dan baru menyadarinya setelah selesai sholat.
"Apakah dia harus mengulangi sholatnya? kata ulama tidak perlu," kata Ustaz Khalid Basalamah .
"Maka tidak masalah, dianggap orang yang tidak paham atau lupa," imbuhnya.
Lain halnya jika kita diberitahu soal arah kiblat ketika sedang mengerjakan sholat.
Pada situasi tersebut, kita diperbolehkan bergerak ke arah yang dituntun oleh orang yang memberitahu itu tanpa memberhentikan sholat.
Baca juga: Apakah Boleh Memejamkan Mata saat Sholat Agar Lebih Khusyuk? Begini Penjelasan Buya Yahya
"Kalau seandainya kita lagi sholat, kemudian ada orang datang menepuk, 'mas maaf kiblatnya salah ke kanan dikit',
maka bergerak aja, nggak usah berhentiin sholat, bergerak aja ke arah yang dituntun sama dia," jelas Ustaz Khalid Basalamah.
Selain itu, menurut ulama fiqih, kita juga diperbolehkan menggerakkan badan orang yang sedang sholat agar menghadap kiblat yang benar.
Dengan catatan, hal itu harus dilakukan sesama jenis.
"Bahkan ulama fiqih mengatakan boleh orang yang datang mengetahui saudaranya Muslim sedang salah sholatnya, dia meluruskan, menggoyangkan badannya, mengarahkan, tentu ini sesama jenis ya," pungkasnya.
Berikut video lengkapnya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/ilustrasi-sholat-idul-fitri-1442-h-di-rumah.jpg)