Breaking News:

Pelajaran Sekolah

Definisi Batuan Beku, Berikut Penjelasan Lengkap beserta Jenis dan Penamaannya!

Simak penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis batuan beku dan penamaannya.

Penulis: ninda iswara
Editor: ninda iswara
Istimewa
Batuan beku - jenis dan penamaannya 

Reporter : Ninda Iswara

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Simak penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis batuan beku dan penamaannya.

Batuan juga merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama materi bumi.

Batuan sendiri merupakan kumpulan mineral yang telah mengeras atau membeku.

Pembentukan batuan sendiri memerlukan waktu yang cukup panjang mencapai jutaan tahun.

Siklus terbentuknya batuan berawal dari batuan beku yang mengalami pelapukan, kemudian terjadi pergerakan batuan, sedimentasi, metamorfosis dan pencairan magma kembali.

Batuan yang tersebar di bumi memiliki bentuk, warna, hingga tekstur yang beragam.

Berdasarkan proses terbentuknya, ada tiga jenis batuan yakni batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Dalam artikel ini akan dibahas secara rinci mengenai batuan beku.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Batuan dan Proses Terbentuknya, Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Tanah yang Ada di Indonesia, Mana yang Cocok untuk Bertani? Ini Penjelasannya!

Jenis-jenis batuan
Jenis-jenis batuan (Istimewa)

Batuan beku

Melansir Buku Ajar Ajar Pengantar Geologi (2019) karya Muhammad Zuhdi, batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi.

Batuan beku terbentuk dari magma yang mengalami proses pendinginan atau pembekuan.

Batuan beku biasanya berada di dalam kerak bumi.

Batuan beku memiliki sifat utama kristalin.

Kristalin sendiri bisa berasal dari kristal itu sendiri atau dari gelasan yang mengkristal.

Jenis batuan beku

Berdasarkan genetiknya, batuan beku dibagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Batuan beku intrusi

Batuan beku intrusi merupakan batuan beku yang mendingin dan mengeras di bawah permukaan atau di dalam kerak bumi dikelilingi oleh batuan asal.

Batuan ini memiliki tekstur yang kasar lantaran terbentuk dari magma kerak bumi.

Selain itu, batuan beku intrusi juga memiliki struktur yang khas yakni batolit, stok, sill, lakolit, dan dike.

Contoh batuan yang memiliki tekstur kasar yakni ganit, gabro, dan diorit.

  • Batuan beku ekstrusi

Batuan beku ekstrusif merupakan batuan beku yang mendingin dan mengeras di daratan maupun di bawah permukaan laut.

Magma yang ada di dalam bumi mengalami proses pencairan hingga terbentuknya batuan beku ekstrusif.

Proses pembentukan jenis batuan beku ini lebih cepat dibandingkan dengan batuan beku intrusive.

Batuan ini juga disebut sebagai batuan vulkanik.

Penamaan batuan beku

Dalam buku Modul 2 Geologi Dasar (2019) karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dijelaskan beberapa penamaan batuan beku, antara lain:

Batuan granit

Ada empat jenis batuan granit, yakni:

  • Granit

Granit merupakan batuan yang tersusun dari mineral yang berbutir kasar yang terdiri dari sekitar 10-20 persen kuarsa dan sekitar 50 persen feldspar.

Batu granit dapat ditemukan di beberapa walayah di Indonesia seperti Lampung, Bengkulu, Maluku, dan Belitung.

  • Riolit

Riolit merupakan padanan granit berbutir halus.

Riolit tersusun dari silikat berwarna terang.

Memiliki butir yang halus, riolit biasanya mengandung pecahan kaca dan lubang.

Hal ini menunjukkan adanya pendinginan yang berlangsung cepat di lingkungan permukaan atau di dekat permukaan.

  • Batu apung

Batu apung juga termasuk batuan vulkanik dengan tekstur vesikular (memiliki lubang-lubang kecil) yang terbentuk ketika sejumlah gas keluar dari lava kaya silika hingga menghasilkan masa abu-abu berbusa.

Batu apung masih bisa ditemui di sejumlah gunung yang masih aktif seperti Gunung Merapi, Gunung Kelud, Gunung Kratau, dan masih banyak lagi.

  • Obsidian

Batu obsidian merupakan batuan kaca yang memiliki warna gelap.

Obsidian terbentuk dari lava yang kaya akan silika.

Lava dengan silika tersebut kemudian mendingin dengan cepat di permukaan bumi.

Batu obsidian biasanya berwarna hitam atau cokelat kemerahan.

Warna gelap tersebut dihasilkan dari sejumlah ion logam dalam zat kaca yang relatif jernih.

Batuan andesit

Ada dua jenis batuan andesit, yakni:

  • Andesit

Andesit merupakan batuan abu-abu menengah yang memiliki butiran halus, biasanya berasal dari gunung berapi.

Biasanya, batuan Andesit memiliki warna yang cukup terang.

Batu andesit di Indonesia dapat ditemukan di wilayah rangkaian gunung api Sumatera-Jawa.

  • Diorit

Diorit merupakan padanan andesit tetapi yang intrusif.

Material penyusun batuan diorit yakni mineral berbutir kasar seperti granit berwarna kelabu.

Diorit umumnya tersusun atas mineral plagioklas feldspar dan amphibole.

Batuan basaltik

Batuan basaltik terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Basalt

Basalt merupakan batuan ekstrusif yang berwarna hijau tua yang sangat gelap.

Batu basal bisa ditemukan di wilayah kepulauan vulkanik, seperti Kepulauan Hawai dan Islandia.

  • Gabbro

Sama seperti basal, batu gabbro juga berwarna hijau gelap hingga hampir mengarah ke hitam.

Gabbro jarang sekali ada di kerak benua, kebanyakan ada di kerak samudra.

Batuan Piroklastik

Batuan piroklastik merupakan batuan yang terbentuk atas fragmen-fragmen yang dikeluarkan saat letusan gunung api.

Salah satu contoh batuan piroklastik adalah tuff.

(TribunNewsmaker.com/Ninda)

Tags:
batuan bekupelapukanPelajaran SekolahNinda Iswara
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved