Breaking News:

Tanya Jawab Islam

Hukum Menulis Cerita Fiksi, Benarkah Termasuk Keharaman? Begini Penjelasan Buya Yahya

Berikut ini penjelasan Buya Yahya mengenai hukum menulis cerita fiksi seperti novel, dongeng dan lain-lain.

www.ft.com
Ilustrasi 

Reporter: Tiara Susma

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Setiap orang tentu pernah membaca cerita fiksi.

Entah itu dalam bentuk novel, dongeng atau komik.

Saat kita masih kecil, kita mungkin pernah dibacakan cerita dongeng oleh orangtua kita.

Cerita-cerita tersebut disampaikan dengan tujuan memberi edukasi kepada anak terlepas kisahnya nyata atau karangan semata.

Lantas, bagaimana hukumnya menulis cerita fiksi menurut pandangan Islam?

Pasalnya, muncul pendapat bahwa cerita fiksi disebut mengandung kebohongan.

Sebagai umat Muslim, kita tentu harus menghindari perbuatan dusta.

Benarkah menulis cerita fiksi termasuk haram?

Baca juga: HUKUM Menggunakan & Menjual Barang KW, Benarkah Haram? Simak Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Baca juga: BENARKAH Haram Gajinya Orang yang Masuk PNS dengan Cara Menyogok? Simak Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya.
Buya Yahya. (YouTube Al-Bahjah TV)

Buya Yahya beri penjelasan mengenai hal tersebut.

Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya menegaskan boleh menulis cerita fiksi jika sedari awal kita sudah menjelaskan bahwa kisah tersebut adalah fiksi.

"Cerita fiksi selama anda menjelaskan bahwa ini hanyalah sebuah fiksi, maka itu diperkenankan, nggak masalah," ujar Buya Yahya.

"Hanya ingin mendidik orang, lalu anda menghadirkan satu cerita yang membangun moral, membangun jiwa dalam kisah tersebut dengan tokoh-tokohnya dan sebagainya," imbuhnya.

Baca juga: Apakah Haram Istri Menambahkan Nama Suami di Belakang Namanya? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved