Breaking News:

Kemunculan Saipul Jamil Ramai Diboikot, KPAI: Korban Trauma Lihat Wajah Saipul Jamil di TV

Kemunculan Saipul Jamil di televisi mendapat kritikan tajam dari masyarakat.

TribunNewsmaker.com kolase/ Tribunnews.com/Alivio
Saipul Jamil bebas dari penjara, Kamis (2/9/2021) 

Reporter: Galuh Palupi

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kemunculan Saipul Jamil di televisi mendapat kritikan tajam dari masyarakat.

Mantan suami Dewi Perssik itu sebelumnya divonis bersalah atas tuduhan pelecehan seksual terhadap remaja bernama DS.

Namun setelah bebas dari penjara, Saipul Jamil justru disambut dengan meriah.

Belakangan muncullah petisi di Change.org untuk memboikot Saipul Jamil dari acara TV.

Saipul Jamil bebas dari penjara, Kamis (2/9/2021)
Saipul Jamil bebas dari penjara, Kamis (2/9/2021) (TribunNewsmaker.com kolase/ Tribunnews.com/Alivio)

Diketahui, kasus pelecehan yang dilakukan Saipul Jamil terjadi pada tahun 2016.

Saat duda Dewi Persik itu selesai tampil di TV, ia merasa lelah.

Baca juga: CUEK Diboikot, Saipul Jamil Eksis Tampil di YouTube, Curhat Bareng Gilang Dirga, Tangisannya Disorot

Saipul jamil kemudian memanggil korban DS dan minta tolong untuk membantu membawa barang-barang perlengkapan syuting.

Saipul Jamil beralasan dia kerepotan bawa banyak barang karena hanya membawa seorang asisten.

Setelah itu Saipul Jamil meminta korban yang berinisial DS untuk menginap di rumahnya untuk memberikan pijatan.

Pengakuan DS, saat sudah di rumah, Saipul Jamil meminta ia untuk memijatnya.

Ternyata tak hanya pijat, Saipul sudah meminta hal-hal aneh terhadap dirinya.

Berbagai alasan penolakan diutarakan DS, tapi Saipul Jamil tetap meminta untuk dipijit.

Hingga akhirnya Ia tertidur.

Saat terlelap itulah DS mengaku bahwa Saipul Jamil melakukan tindakan tidak senonoh kepada dirinya.

KPAI: Korban Trauma Lihat Wajah Saipul Jamil di TV

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai munculnya wajah eks narapidana kasus pedofilia Saipul Jamil di media akan menimbulkan trauma bagi korban.

Baca juga: Heboh Petisi Boikot Saipul Jamil di TV, Sudah Ditanda Tangani Ratusan Ribu, Dewi Perssik: Santai Aja

Meskipun Saipul Jamil telah menjalani masa hukuman di penjara, kemunculannya di layar televisi lagi bisa berdampak buruk bagi korban.

DS (dalam dekapan petugas polisi) diduga korban kasus pencabulan oleh Saipul Jamil, saat gelar perkara di rumah sang artis dangdut di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara
DS (dalam dekapan petugas polisi) diduga korban kasus pencabulan oleh Saipul Jamil, saat gelar perkara di rumah sang artis dangdut di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara (Tribunnews.com/ Amriyono Prakoso)

"Apakah menjadi pengaruh terhadap anak? yang pasti terhadap korban pasti berpengaruh dan menimbulkan trauma ketika melihat wajah Saipul Jamil," kata Komisioner KPAI Jasra Putra, Minggu (5/9/2021) dilansir dari Suara.

Viralnya penolakan dari publik yang masif kepada Saipul Jamil di sisi lain justru akan membuatnya kembali mendapat panggung dan mau tidak mau anak-anak menonton hal tersebut.

"Jika terlalu berlebihan dan menjadikan berita ini viral maka bisa saja mempengaruhi pengetahuan dan keingin tahuan anak," katanya.

Oleh sebab itu, dia meminta orang tua untuk berperan aktif menyaring informasi yang dikonsumsi ke anak dan memberi penjelasan yang benar terkait kasus ini.

"Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang layak anak. Setiap kita termasuk tokoh publik seperti artis memiliki tanggung jawab," imbuh dia. 

Geram Gus Miftah Miris Saipul Jamil Bebas Disambut Heboh

Pendakwah kondang Gus Miftah ikut angkat bicara melihat kebebasan Saipul Jamil dari penjara.

Gus Miftah merasa miris melihat Saipul Jamil bebas dari penjara disambut bak pahlawan.

Tak hanya itu, Gus Miftah juga mengingatkan Saipul Jamil jika dirinya adalah pelaku bukan korban.

Menurut Gus Miftah, tak sepantasnya Saipul Jamil berlagak seolah tak punya malu setelah bebas dari penjara.

Hal ini diungkapkan Gus Miftah lewat akun Instagram pribadinya, Minggu (5/9/2021).

Gus Miftah awalnya mengaku heran, mengapa Saipul Jamil disambut bak pahlawan setelah bebas dari penjara.

Baca juga: Jangan Lihat Masa Lalunya Dewi Perssik Pilu Saipul Jamil Diboikot, Ikut Bela: 5 Tahun Itu Lama Loh

Gus Miftah komentari hebohnya penyambutan bebasnya Saipul Jamil dari penjara
Gus Miftah komentari hebohnya penyambutan bebasnya Saipul Jamil dari penjara (Instagram @gusmiftah)

Pendakwah berambut gondrong ini bahkan sampai mempertanyakan apakah Saipul Jamil juara Olimpiade hingga harus disambut sebegitu meriah.

"Juara Olimpiade ?

Saya paham kok “orang baik punya masa lalu dan orang jelek punya masa depan." tulis Gus Miftah mengawali.

Ia lantas mengingatkan, Saipul Jamil bebas dari penjara tak seharusnya disambut terlalu heboh.

Sebaliknya, mantan suami Dewi Perssik tersebut harusnya instropeksi diri terhadap dosa dan kesalahan yang ia lakukan.

"Tapi Please lah nggak usah euforia berlebihan.

Bebas dari penjara harus nya menjadi sebuah Instrospeksi dan muhasabah terhadap semua dosa dan kesalahan, bukan seolah olah anda menang." Tegur Gu Miftah, dikutip TribunnewsMaker.com.

Baca juga: Saipul Jamil Bebas Disambut Kalungan Bunga, Najwa Shihab Beri Kritik Tajam: Gak Kalah Bahaya

Lebih lanjut Gus Miftah pun mengungkapkan rasa takutnya melihat hebohnya penyambutan Saipul Jamil.

Pasalnya diketahui Saipul Jamil dipenjara akibat kasus pelecehan seksual terhadap dua anak remaja.

Ia juga terbukti melakukan suap pada panitera dan hakim.

Untuk itulah Gus Miftah mengingatkan tak pantas rasanya Saipul Jamil merasa bangga keluar dari penjara.

"Menang dari apa?

Justru saya khawatir perilaku berlebihan keluar dari penjara dengan kasus yang tidak senonoh, kasus nya akan dianggap biasa dan akan terjadi pemakluman.

Dan ini adalah sebuah kekalahan.

Kalah karena ga punya rasa malu, kalah karena bangga dengan dosa dll

INGAT ANDA PELAKU BUKAN KORBAN!!!" tegas Gus Miftah lagi. (Tribunnewsmaker/Galuh Palupi)

Baca artikel lain terkait Saipul Jamil di sini

Tags:
Galuh PalupiSaipul JamilDewi PerssikKPAI
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved