Breaking News:

BELI OBAT Lewat Snapchat, Remaja Ini Tewas Overdosis, Padahal Hanya Minum 1 Pil, Ternyata karena Ini

Seorang remaja laki-laki meregang nyawa gara-gara menenggak obat yang salah dibelinya.

Penulis: ninda iswara
Editor: Nafis Abdulhakim
TribunNewsmaker.com kolase/ Amy Neville Via ABC Indonesia
Alexander Neville, remaja yang meninggal karena overdosis setelah mengkonsumsi sebuah pil yang ia pesan dari jejaring sosial. 

"Alexander meminum satu pil yang kemudian membunuhnya karena mengandung fentanil yang bisa membunuhnya dan empat orang lainnya," katanya kepada program radio PM milik ABC.

Fentanil sendiri merupakan opioid sintetik yang masuk dalam obat terlarang.

Kekuatan fentanil bahkan 100 kali lebih kuat dari morfin sehingga membutuhkan resep dokter.

Saat itu Neville ditemukan meninggal di kamar tidurnya karena overdosis narkoba.

Melansir ABC Indonesia, ibunda Neville mengatakan bahwa sang putra kemungkinan meninggal karena overdosis sebelum pukul 10.00 pagi.

Amy Neville pun menyesalkan peristiwa kematian anaknya karena overdosis narkoba ini.

Yang membuatnya semakin menyesal yakni karena sang putra kurang terbuka kepadanya saat mencoba membeli obat dan memesan sendiri di Snapchat.

Baca juga: WANITA MENINGGAL Gara-gara Salah Pakai Pasta Gigi, Pusing & Keadaan Memburuk, Ternyata Oleskan Ini

Baca juga: DIET Pria Ini Hanya Makan Daging Mentah Selama 3 Tahun, Percaya Mampu Tingkatkan Energi Tubuh

Alexander Neville, remaja yang meninggal karena overdosis setelah mengkonsumsi sebuah pil yang ia pesan dari jejaring sosial.
Alexander Neville, remaja yang meninggal karena overdosis setelah mengkonsumsi sebuah pil yang ia pesan dari jejaring sosial. (TribunNewsmaker.com kolase/ Amy Neville Via ABC Indonesia)

"Alexander sebenarnya penakut," ujar Amy Neville mengenang putranya, seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari ABS Indonesia.

Di Amerika Serikat sendiri cukup mudah mendapatkan obat-obatan legal hingga ilegal.

"Tetapi kemudahan untuk mendapatkannya (obat) dan terkesan sangat normal, para pengedar obat-obatan ini mempromosikan, jika mereka memiliki obat-obatan yang sah, ini membuatnya terlalu mudah," lanjut Amy Neville.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved