Breaking News:

Gadis Ini Alami Kerusakan Paru-paru, Awalnya Dikira Covid-19, Ternyata Gegara Kebiasaan Hisap Ini

Remaja berusia 15 tahun ini menderita akibat paru-parunya rusak, ternyata gara-gara kebiasaan ini.

Penulis: ninda iswara
Editor: ninda iswara
Dok. Dakota Stephenson via ABC INDONESIA
Dakota Stephenson alami kerusakan paru-paru gara-gara kebiasaan ini 

Banyak anak muda yang vaping

Dokter Jancey, dari Curtin University, mengatakan bahwa sejak tahun 2013 penggunaan rokok elektrik di Australia telah meningkat secara signifikan.

Bahkan peningkatannya mencapai dua kali lipat pada usia 14-17 tahun dan hampir tiga kali lipat di kelompok usia 18 hingga 24 tahun, sementara tingkat merokok telah menurun.

Dakota Stephenson dan sang ibu, Natasha Stephenson
Dakota Stephenson dan sang ibu, Natasha Stephenson (Dok. Dakota Stephenson via ABC INDONESIA)

"Kita paham anak muda menganggap produk rokok elektrik relatif tidak berbahaya, tetapi sebenarnya tidak demikian," katanya.

"Rokok elektrik mengandung karsinogenik, logam berat dan perasa yang diciptakan untuk dicerna, bukan dihirup."

Lebih lanjut, Dokter Jancey mengatakan bahwa vape juga mengandung nikotin.

Hal ini berbahaya bagi perkembangan otak remaja karena dapat membuat gangguan pada fungsi otak dan daya ingat.

Namun permasalahannya yakni vape atau rokok elektrik justru dipromosikan secara luas di media sosial oleh produsen dan influencer.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, lebih dari 2.800 orang telah dirawat di rumah sakit atau meninggal karena kondisi EVALI antara Maret 2019 dan Februari 2020.

Data laboratorium juga menunjukkan vitamin E asetat, yakni zat tambahan dalam beberapa produk rokok elektrik atau vaping yang mengandung THC, sangat erat dengan kasus EVALI yang meningkat.

(TribunNewsmaker.com/Ninda)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved