Breaking News:

UPDATE Kasus Tewasnya Gilang Endi saat Diklat Menwa UNS, Polisi Dalami Pelaku yang Lakukan Kekerasan

Inilah update kasus meninggalnya Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Gilang Endi Saputra (22) saat diklat

kolase TribunSolo
Polisi dalami pelaku yang lakukan kekerasan, ada 25 saksi diperiksa. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah update kasus meninggalnya Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Gilang Endi Saputra (22) saat pendidikan dasar dan pelatihan (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa).

Kasus kematian Gilang Endi masih dalam penyidikan oleh pihak kepolisian.

Saat ini Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak telah menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan terkait tewasnya Gilang Endi Saputra.

Ade menuturkan, dalam proses penyidikan polisi telah memeriksa 25 saksi, termasuk para peserta, panitia, pembina dan keluarga korban.

Menurut Ade, penyidikan dilakukan setelah dirilisnya hasil autopsi pada Jumat (29/10/2021) lalu yang menguatkan adanya dugaan tindak kekerasan.

"Penyidikan ini dikuatkan oleh hasil autopsi dari tim kedokteran forensik RS Bhayangkara Polda Jateng yang menyimpulkan akibat kematian adalah luka yang diakibatkan kekerasan oleh benda tumpul," ungkap Ade, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Minggu (31/10/2021).

Ade membeberkan, hasil autopsi dan barang bukti yang diamankan akan menjadi bahan penyidik untuk mendalami dugaan kekerasan dalam kasus ini.

Baca juga: FAKTA Kasus Mahasiswa Tewas Diklat Menwa UNS, Ada Kejanggalan Ini, Gibran Rakabuming Tanggung Jawab

Baca juga: Gilang Endi Mahasiswa UNS Tewas saat Diklatsar, Ortu Syok Kondisi Jenazah Penuh Luka: Tak Terima!

Ibunda GE, mahasiswa UNS yang meninggal dunia saat ikut diklat Menwa di rumah duka, Senin (25/10/2021).
Ibunda GE, mahasiswa UNS yang meninggal dunia saat ikut diklat Menwa di rumah duka, Senin (25/10/2021). (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

Terlebih, untuk mengungkap tindak kekerasan apa yang dilakukan hingga sosok pelakunya selama proses diklat berlangsung.

"(Hasil autopsi) Ini menjadi bahan bagi penyidik untuk kembali menguatkan alat-alat bukti yang ada biar hasil penyelidikan yang sudah kita lakukan bisa mengungkap tindak kekerasan apa yang terjadi selama pelaksaan diklat dan oleh siapa, ini yang menjadi konsen dari penyidik," jelas Ade.

Ade pun belum bisa menjelaskan bagaimana kronologi tindak kekerasan dilakukan terhadap korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved