Breaking News:

BERANI Marahi Suami Sering Mabuk, Istri Nangis Dituntut 1 Tahun Penjara, Alasan Jaksa Jadi Sorotan

Gara-gara marahi suami yang sering mabuk dan jarang pulang, ibu dua anak ini dituntut 1 tahun penjara. Ternyata ini alasan jaksa.

Editor: octaviamonalisa
TribunBekasi.com/Tribunlampung.com
Marahi suami yang sering mabuk, istri menangis malah dituntut 1 tahun penjara 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang istri dituntut hukuman satu tahun penjara hanya gara-gara memarahi suami yang sering mabuk.

Nasib pilu ini dialami oleh seorang istri di Karawang, Jawa Barat.

Valencya (45) dituntut satu tahun penjara lantaran memarahi suami yang sering mabuk dan jarang pulang.

Jaksa menyebut jika tindakan Valencya sudah terbuksi sah melakukan KDRT secara psikis.

Mendengar hal tersebut, tangis Valencya pun pecah.

Hal ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: PENGANTIN Pria Mabuk saat Nikah & Buang Cincin, Sang Istri Emosi Pilih Kabur dengan Sepupu: Kecewa!

Baca juga: Ayah Taqy Malik Buka Suara, Akui Sudah Cerai, Bongkar Perangai Marlina: Utang Banyak, Mabuk Juga

Valencya jalani sidang kasus KDRT di Pengadilan Negeri Karawang
Valencya jalani sidang kasus KDRT di Pengadilan Negeri Karawang (TribunBekasi.com)

Jaksa menuntut terdakwa Valencya melanggar Pasal 45 ayat 1 junto Pasal 5 huruf Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Memutuskan terdakwa terbukti secara sah melakukan KDRT psikis dan menjatuhkan pidana penjara satu tahun," kata JPU dalam persidangan.

JPU membacakan sejumlah barang bukti yang disita pelapor yakni satu lembar akta perkawinan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pontianak, satu lembar surat keterangan dokter, dan enam lembar print out hasil percapakan whatsapp terdakwa Valencya.

Lalu, barang bukti dari terdakwa Valencya yakni dua buah flash disik yang berisikan rekaman CCTV di tokonya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved