Breaking News:

Lawan Covid19

Facebook Jadi Media Sosial Paling Banyak Disebari Hoaks Covid-19, Begini Sikap Tegas Kominfo

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengungkapkan, sampai saat ini persebaran hoaks masih mengkhawatirkan.

Editor: Candra Isriadhi
Kolase TribunNewsmaker- Shutterstock dan Freepik
Ilustrasi dokter terinfeksi virus corona atau Covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengungkapkan, sampai saat ini persebaran hoaks masih mengkhawatirkan.

Hoaks dan disinformasi pun masih ditemukan di beragam media sosial.

Kementerian Kominfo menyatakan, sejak Januari 2020 hingga 25 November 2021 telah mengidentifikasi beragam hoaks dan disinformasi.

Pertama, kata Dedy, hoaks tentang Covid-19 telah ditemukan sebanyak 1.999 isu hoaks pada Covid-19 pada 5.162 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sejumlah 4.463 unggahan.

"Kini pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5.031 unggahan hoaks Covid-19 dan 131 unggahan lainnya dan dalam proses tindak lanjut," kata Dedy dalam keterangan pers, Kamis (25/11/2021).

Facebook dan media sosial lainnya.
Facebook dan media sosial lainnya. (Kirill Kudryavtsev/AFP)

Kedua, hoaks tentang Covid-19'>vaksinasi Covid-19 telah ditemukan sebanyak 385 isu vaksinasi covid 19 pada 2.449 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sejumlah 2.257 unggahan.

Kini, kata Dedy, pihaknya telah melakukan pemutus akses terhadap 2449 unggahan hoaks vaksinasi Covid 19.

Ketiga, lanjut Dedy, hoaks tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Telah ditemukan sebanyak ditemukan sebanyak 48 isu pada 1194 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sejumlah 1176 unggahan.

Pemutusan akses dilakukan terhadap 1038 unggahan dan 156 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved