Breaking News:

'Saya Terlalu Polos Ya Allah' Istri Herry Wirawan Nyesal, Tak Curiga Santriwati Nangis Telat Haid

Istri Herry Wirawan, mengaku tak tahu suaminya yang seorang guru pesantren tega hamili belasan santriwati hingga melahirkan.

Editor: octaviamonalisa
YouTube dan Instagram
NA, istri Herry Wirawan buka suara soal aksi bejat suaminya yang hamili belasan santriwati 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Istri dari Herry Wirawan, guru pesantren yang menghamili beberapa santriwati di Bandung akhirnya angkat bicara.

NA, istri Herry Wirawan mengaku tak tahu jika selama ini suaminya telah menghamili beberapa santriwati di pesantren.

NA mengaku menyesal tidak curiga saat ada santriwati yang mengeluh padanya lantaran terlambat haid.

Bak nasi sudah menjadi bubur, penyesalan NA kini dinilai telah terlambat.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar, Yudi Kurnia, kuasa hukum 11 korban rudapaksa Herry Wirawan menduga istri Herry yakni NA mengetahui kelakukan bejat suaminya yang merudapaksa 13 anak di Yayasan miliknya sejak 2016.

Hal itu diungkapkan Yudi Kurnia saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Bandung, Selasa (21/12/2021).

Baca juga: HANCUR Hati Ortu Korban, Guru Pesantren Bejat Melecehakan 12 Santrinya Hingga Lahirkan 8 Bayi

Baca juga: Bejat Sekali! Istri Ridwan Kamil Ngamuk, Guru Pesantren Rudapaksa 12 Santri, 8 Melahirkan, 2 Hamil

Herry Wirawan, guru ngaji bejat yang rudapaksa 12 santriwati di bawah umur hingga hamil
Herry Wirawan, guru ngaji bejat yang rudapaksa 12 santriwati di bawah umur hingga hamil (Istimewa)

Menurut Yudi, istri pelaku secara terbuka melalui Youtube mengaku mengetahui ada anak yang hamil saat belajar di yayasan milik suaminya.

"Istrinya pelaku ini tahu, kenapa tidak melapor dan memberitahukan kepada orang tua atau polisi kalaupun ada yang memperkosa.

Kalau istrinya tidak curiga pada suaminya, harusnya melapor karena dia sebagai penanggung jawab atau pengasuh," ujar Yudi Kurnia dilansir pada Rabu (22/12/2021).

Kejadian ini menurut Yudi Kurnia tidak berdiri sendiri antara Herry dengan korban saja.

Sebab, korban bisa sampai ke tempat Herry ada yang menginformasikan bahwa di situ ada sekolah gratis.

"Ini harus dilacak siapa orang ini. Jangan-jangan ada sindikat," kata Yudi Kurnia.

Sayangnya, fakta-fakta tersebut luput dalam penyidikan dan berita acara.

"Seolah-olah peristiwa ini hanya antara pelaku dan korban," ucap Yudi Kurnia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved