Breaking News:

7 FAKTA Kasus 3 Oknum TNI AD Buang Sejoli ke Sungai, Sedang Bertugas, Terancam Penjara Seumur Hidup

Inilah deretan fakta kasus 3 oknum TNI AD yang diketahui membuang jenazah sejoli di kawasan Nagreg, Bandung ke sungai.

Instagram @infojawabarat
Deretan fakta kasus tiga oknum TNI AD penabrak sejoli di Nagreg dan membuang korban ke sungai. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah deretan fakta kasus 3 oknum TNI AD yang diketahui membuang jenazah sejoli di kawasan Nagreg, Bandung ke sungai.

Sebelumnya diberitakan, dua sejoli bernama Handi dan Salsabila korban kecelakaan sempat menghilang.

Tubuh mereka akhirnya ditemukan dalam sungai dalam kondisi luka akibat kecelakaan.

Handi dan Salsabila merupakan korban kecelakaan. Tubuh mereka berada di kolong mobil yang ditumpangi Kolonel P dan dua oknum TNI AD.

Sejumlah saksi mata melihat, ketiga oknum TNI AD itu turun dari mobil. Kolonel P terlihat berteriak kepada dua oknum TNI AD, yaitu kopda DA dan kopda Ahmad.

"Bawa ke rumah sakit," teriak Kolonel P seperti penuturan seorang saksi.

Faktanya, mereka bukannya membawa korban ke rumah sakit, malah membuangnya ke sungai Serayu, Jawa Tengah. Handi ditemukan di wilayah Banyumas, sedangkan Salsabila di Cilacap.

Dilansir dari Tribun Jabar, berikut beberapa fakta baru terkait kasus tiga oknum TNI AD yang buang dua sejoli ke sungai.

Baca juga: PENYEBAB Oknum TNI Putuskan Buang Dua Sejoli ke Sungai Serayu Kondisi Sekarat, Apa yang Merasuki?

Baca juga: Identitas 3 Oknum TNI yang Buang Sejoli Korban Kecelakaan ke Sungai, Pangkatnya 1 Kolonel 2 Kopral

Jenazah korban Handi Harisaputra (18) yang dimakamkam di Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dipindah ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat, Sabtu (18/12/2021)
Jenazah korban Handi Harisaputra (18) yang dimakamkam di Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dipindah ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat, Sabtu (18/12/2021) (KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

1. Dilakukan saat sedang bertugas

Peristiwa sadis tersebut melibatkan tiga Tentara AD, salah satunya perwira TNI AD, Kolonel Infanteri P.

Belakangan diketahui, sang kolonel menjabat sebagai Kasi Intel Korem 133 Nani Wartabone (NW) Gorontalo.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kapendam XIII/Merdeka, Letkol Inf Jhonson M Sitorus pun mengungkap keberadaan Kolonel P pda saat kejadian.

Menurutnya, saat kejadian kecelakaan lalu lintas yang menewaskan sejoli Handi Saputra (16) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat, yang bersangkutan sedang bertugas ke Jakarta.

Kapendam mengatakan, keberadaan Kolonel P di Jakarta karena pada 3 Desember 2021 mendapat surat perintah dari Danrem 133/NW

Halaman
1234
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved