Tren Tekno
Cara Cepat Membuat Daftar Pustaka di Google Docs Tanpa Perlu Install Aplikasi Pihak Ketiga
Cara cepat membuat daftar pustaka di Google Docs tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.
Editor: Candra Isriadhi
TRIBUNEWSMAKER.COM - Cara membuat daftar pustaka di Google Docs dengan mudah.
Daftar pustaka merupakan susunan tulisan di akhir karya ilmiah.
Daftar pustaka biasanya menjadi rujukan penulis untuk melakukan penelitian.
Untuk berbagai karya tulis ilmiah, daftar pustaka merupakan sesuatu yang wajib dicantumkan.
Melalui daftar pustaka, pembaca bisa melihat sumber asli atau rujukan penulis karya ilmiah tersebut.
Daftar pustaka biasanya terdiri dari susunan judul buku atau artikel, penulis, tahun terbit, kota, dan nama penerbit yang biasanya disusun secara berurutan.
Komponen tersebut harus dicantumkan agar karya tulis menjadi lebih terpercaya.
Membuat daftar pustaka juga bisa dilakukan menggunakan Google Docs.
Nah, berikut ini KompasTekno merangkum cara membuat daftar pustaka di Google Docs.
Cara Membuat Daftar Pustaka di Google Docs
- Buka dokumen Anda di Google Docs
- Pilih menu “Tools”
- Pilih “Citations”
- Menu tersebut akan tampil di sebelah kanan dokumen Anda
- Anda dapat memilih format daftar pustaka yang dibutuhkan seperti APA, atau Chicago
- Klik “+” Add citation source
- Pilih tipe sumber (buku, website, artikel jurnal, dan lainnya)
- Pilih “Accessed by” Anda dapat memilih “print, website, online database”
- Kemudian klik “Cite Manually”
- Lalu tuliskan kelengkapan detail sumber Anda seperti nama penerbit, tahun terbit, dan lainnya
- Setelah selesai klik “Add Citation Source”
- Sumber akan tertulis pada kolom kanan untuk menambahkannya sebagai daftar pustaka klik “Insert References” pada kolom paling bawah
- Untuk mengedit atau menghapusnya klik ikon titik tiga di pojok kanan kolom sumber
Selain menggunakan Google Docs, membuat daftar pustaka juga bisa dilakukan melalui Microsoft Word.
Namun, tentu saja langkahnya akan berbeda.
Itulah cara untuk membuat daftar pustaka di Google Docs dengan mudah, semoga membantu.
Google Minta Maaf ke Warga Tangerang
Google akhirnya minta maaf dan hapus foto street view yang diprotes warga Tangerang.
Beberapa hari yang lalu ada seorang warga Tangerang yang memprotes mobil Google Street View.
Pasalnya mobil Google Street View yang memasuki yang area lingkungan perumahannya melanggar hak privasi.
Kini buntut dari protes tersebut Google Indonesia akhirnya meminta maaf kepada publik.
Seperti dilansri dari Kompas Tekno (28/10/2021) Pihak Google Indonesia meminta maaf.
Hal itu terjadi setelah keberadaan mobil pemetaan Google Street View diprotes warga tersebut.
Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan angkat bicara.
Feliciana Wienathan mengatakan bahwa masalah ini adalah kesalahpahaman.
Sebab, menurut dia, seharusnya Google Street View hanya menampilkan foto yang diambil di properti publik saja.
"Jelas terjadi sebuah kesalahpahaman dan kami mohon maaf sebesar-besarnya"
"Atas ketidaknyamanan yang dialami warga setempat," kata Feliciana dikutip dari KompasTekno, Kamis (28/10/2021).
Feliciana juga mengonfirmasi bahwa gambar street view yang diprotes oleh Khairul sudah dihapus dari Google Street View.
"Segera setelah kami mengetahui masalah ini, kami menghapus gambar yang dimaksud."
"Perlu saya klarifikasi, (gambar street view yang diprotes) sudah tidak ada di Street View ya," imbuh Feliciana.
Akibat masalah ini, Feliciana mengungkapkan bahwa pihak Google akan meninjau kembali prosedur pemetaan Google Street View.
Khususnya di Indonesia akan dilakukan tindakan demi menghindari kesalahan serupa di masa mendatang.
Google Maps Sudah Ada di Indonesia Sejak 2014
Fitur Google Street View sendiri dirilis pada 2007.
Namun, Google baru meresmikan Google Street View edisi Indonesia pada Agustus 2014.
Saat awal kehadirannya, foto panorama jalan Street View baru hadir di empat kota besar di Indonesia.
Waktu itu Google Street View hadir di Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Denpasar.
Namun karena Street View ini adalah proyek jangka panjang Google.
Dan terbukti sekarang fitur ini sudah bisa memperlihatkan kondisi nyata jalanan di berbagai wilayah Indonesia.
Dulu, Google lebih dulu memulai proyek Google Street View edisi Indonesia dua tahun lebih awal, yakni pada November 2012.
Selama dua tahun, Google mendokumentasikan pemandangan jalan yang sejajar dengan mata manusia di empat kota besar tadi.
Saat proses dokumentasi, kamera Google Street View kadang dipasang di atas mobil, troli, sepeda, di atas perahu.
Bahkan pengambilan gambar yang paling unik adalah saat dipegang sendiri oleh manusia.
Semua itu tergantung pada medan lokasi yang ingin direkam.
Di Indonesia, sistem kamera dipasangkan di atap mobil yang akan menyusuri jalan-jalan beberapa kota.
Baca juga: Google Maps Tak Sengaja Rekam Aksi Pria Ini, Lihat Apa yang Dilakukannya di Atap Mobil, Ditertawakan
Mobil ini memajang logo Google Maps Street View dan Wonderful Indonesia.
Setelah perekaman selesai, selanjutnya adalah proses penyatuan gambar dengan komputer.
Gambar disusun lalu "dijahit" hingga menghasilkan foto panorama 360 derajat.
Perlu diketahui Google memburamkan pelat nomor kendaraan dan wajah pengguna jalan yang terekam..
Hal itu semata untuk melindungi privasi warga.
(Kompas.com/Soffya Ranti/TribunnewsMaker.com/Candra)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cara Membuat Daftar Pustaka di Google Docs.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/ilustrasi-google-docs.jpg)