Breaking News:

Para Pedagang Asongan di Bukit Seger, Lombok Tak Ikut-ikut Kejar Marc Marquez Cs, Ini Alasannya

Berbeda dengan para warga yang mengejar para pembalap dunia di Lombok, para pedagang asongan justru tak peduli karena ini

Editor: Talitha Desena
Instagram
Aleix dan Quartararo beli provider Indonesia 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Para pedagang asongan di Lombok, tampaknya tak ikut-ikutan mengejar Marc Marquez cs.

Seperti yang diketahui, para pembalap dunia tengah berada di Lombok, untuk uji coba sirkuit Mandalika.

Kehadiran para pembalap tersebut membuat warga mengejar mereka untuk minta foto bareng.

Apalagi saat Marquez bersama pebalap lainnya mengunjungi Bukit Seger Mandalika beberapa waktu lalu.

Pedagang asongan di sekitaran Bukit Seger yang menjual berbagai oleh-oleh khas Lombok justru tidak tertarik untuk berfoto.

Di saat para wisatawan lainnya sibuk berlarian ke arah Marquez namun mereka justru sama sekali tidak berminat.

Selain itu pedagang asongan di Bukit Seger ini memiliki akses masuk ke area pantai Novotel, tempat para pembalap menginap.

Baca juga: BERUNTUNG! Wanita Ini Bertemu Marc Marquez, Ajak Foto & Buat Video: Bahagia, Orangnya Ramah Banget

Baca juga: Kisah Kepala Sekolah di Lombok yang Kejar Marc Marquez untuk Foto Bareng, Awalnya Ditolak Tapi Luluh

Potret juara dunia MotoGP 2021 Fabio Quartararo saat membeli kartu SIM di konter masyarakat lokal Kuta Mandalika pada Selasa, (8/2/2022)
Potret juara dunia MotoGP 2021 Fabio Quartararo saat membeli kartu SIM di konter masyarakat lokal Kuta Mandalika pada Selasa, (8/2/2022) (Dok. Rian/Istimewa)

Hotel berbintang empat ini memang berdiri tepat di Bibir Pantai sekitar Bukit Seger.

Saat Tribunlombok.com menemui para pedagang asongan Jumat, (11/2/2022) mereka menjelaskan jika datangnya para pembalap yang hadir saat gelaran MotoGP Mandalika merupakan peristiwa umumnya.

Hal ini karena mereka memang sering bertemu di kawasan Mandalika dengan tokoh-tokoh nasional, atlet internasional, selebritis dunia atau siapapun itu.

"Walaupun mereka melewati kami saat berjalan di area Bukit Seger, namun kami cuek saja. Justru kami menawarkan barang dagangan kami," ujar Cakra (26) pedagang asongan di area Bukit Seger.

Cakra menjelaskan yang paling utama bagi mereka adalah uang. Jika para pembalap membeli barang dagangan mereka baru mereka akan bahagia.

Ia menceritakan juga jika saat itu para pebalap pernah main bola voli di area pantai Novotel.

Para pedagang ini justru cuek saja dengan aktivitas mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved