Breaking News:

Warga Indonesia yang Mau Pindah & Tinggal di IKN Nusantara Harus Mendapatkan Insentif Pemerintah

Bagi warga Indonesia yang bersedia pindah dan tinggal di IKN Nusantara diusulkan mendapatkan insentif.

Editor: Candra Isriadhi
Twitter @kangdede78
Desain ibu kota negara baru di Kalimantan Timur pemenang sayembara 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bagi warga Indonesia yang bersedia pindah dan tinggal di IKN Nusantara diusulkan mendapatkan insentif.

Tentu hal yang menarik jika tinggal di suatu daerah malah diberikan insentif.

Hal itulah yang akan diwacanakan untuk menarik warga negara Indonesia yang rela pindah dan tinggal di IKN Nusantara.

Wicaksono Sarosa, praktisi senior tata kota, menilai pemerintah bakal tak mudah menarik masyarakat pindah dan tinggal di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.

Menurutnya, pembangunan sebuah kota baru hingga bisa ditempatkan oleh masyarakat, membutuhkan waktu yang lama.

"Dari pengalaman saya terlibat dari Bumi Serpong Damai dan sebagainya, prosesnya panjang membangun sebuah kota baru hingga benar-benar hidup, itu membutuhkan waktu yang lama."

Desain ibu kota negara baru di Kalimantan Timur pemenang sayembara
Desain ibu kota negara baru di Kalimantan Timur pemenang sayembara (Twitter @kangdede78)

"Secara fisik bisa cepat bangun, tetapi menghidupkan masyarakat kota yang secara sosial budaya itu akan selalu membutuhkan waktu yang lama," tutur Wicaksono dalam diskusi virtual, Sabtu (19/2/2022).

Karena itu, Wicaksono mengusulkan pemerintah memberikan semacam insentif kepada masyarakat yang bersedia pindah ke IKN Nusantara.

Tujuannya, masyarakat bisa secara mandiri pindah dan tinggal di tempat tersebut.

"Untuk itu, dibutuhkan insentif yang menarik untuk mereka yang diharapkan pindah pada tahap awal."

"Karena nanti akan terjadi semacam snowballing proses, dan kita harus mengantisipasi adanya celah dan crossover," paparnya.

Wicaksono juga mengimbau pemerintah lebih berhati-hati dan tak gegabah selama proses pembangunan IKN.

Berbagai petimbangan teknis juga harus diikuti oleh pemerintah.

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (dua kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tiga kiri), dan Mendagri Tito Karnavian (dua kanan) berbincang saat meninjau progres persiapan pembangunan Ibu Kota baru di kawasan Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (17/12/2019). Hari ini Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya Tol Balikpapan-Samarinda yang akan menjadi jalur penghubung utama menuju Ibu Kota baru RI.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (dua kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tiga kiri), dan Mendagri Tito Karnavian (dua kanan) berbincang saat meninjau progres persiapan pembangunan Ibu Kota baru di kawasan Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (17/12/2019). Hari ini Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya Tol Balikpapan-Samarinda yang akan menjadi jalur penghubung utama menuju Ibu Kota baru RI. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN)

"Harus diingatkan bahwa pertimbangan teknis tidak boleh diabaikan."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved