Breaking News:

Santri di Malang Nekat Rekayasa Penculikan, Takut Dihukum Gegara Bolos Ngaji, Polisi: 'Sudah 4 Hari'

Kabar penculikan santri menghebohkan warga Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

KOMPAS.COM/HANDOUT
Ilustrasi penculikan 

Menurut pengakuan remaja perempuan ini, ia mengetahui gestur untuk meminta bantuan tersebut setelah mempelajarinya di TikTok.

Saat itu si gadis mengaku ia dibawa melewati Carolina Utara, Tennessee, Kentucky, dan Ohio.

Berkat laporan pengemudi lain yang melihat gestur tangan remaja itu, polisi berhasil menangkap si penculik yang bernama James Herbert Brick (61).

Dari penangkapan tersebut, polisi juga menyita ponsel milik Brick yang didalamnya berisi sesuatu yang diduga menggambarkan seorang remaja wanita secara seksual.

Pria berusia 61 tahun tersebut didakwa atas penculikan dan kepemilikan pornografi anak.

Brick akhirnya dipenjara di Lauel County Correctional Center.

Sinyal atau gestur tangan untuk meminta pertolongan

Berdasarkan Canadian Women's Foundation, gestur tangan itu merupakan tanda yang bisa dipakai jika korban merasa terancam.

Cara membuat gestur tersebut yakni dengan mengangkap telapak tangan ke depan, memasukkan jempol, dan melipatnya dengan empat jari lainnya.

Kampanye sinyal minta pertolongan ini pun viral sepanjang tahun 2020 lalu.

Bahkan video sinyal meminta pertolongan juga viral di TikTok hingga banyak yang mempelajarinya.

Lihat video selengkapnya di sini

TikTok Lite menghasilkan uang.
TikTok. (TikTok Lite)
(TribunJatim/ Erwin Wicaksono) (TribunNewsmaker/Ninda)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Takut Dihukum Akibat Bolos Mengaji, Santri di Malang Rekayasa Kisah Penculikan, Polisi Kuak Fakta

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved