Breaking News:

Covid-19 di Indonesia Dianggap Jadi Endemi, Perjalanan Domestik Tak Lagi Wajib PCR dan Tes Antigen

Covid-19 di Indonesia dianggap jadi Endemi, perjalanan domestik tak lagi wajib PCR dan tes antigen.

Editor: Candra Isriadhi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi tes PCR. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Covid-19 di Indonesia dianggap jadi Endemi, perjalanan domestik tak lagi wajib PCR dan tes antigen.

Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia merilis aturan baru terkait pembatasan sosial di era pandemi Covid-19.

Aturan tersebut kini tak mewajibkan lagi PCR dan tes antigen sebagai syarat wajib melakukan perjalaan jauh.

Syarat PCR dan Antigen Dihapus Jika Pelaku Perjalanan Sudah Vaksin Lengkap

Menko Marives Luhut Binsar Padjaitan dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (7/3/2022) mengumumkan kebijakan terbaru terkait tes covid-19 untuk perjalanan domestik

"Pelaku perjalanan domestik dengan transportasi darat laut maupun udara yang sudah melakukan vaksinasi kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen maupun PCR negatif," kata Luhut dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (7/3/2022).

Calon penumpang pesawat sedang antri untuk meletakkan bagasi sebelum berangkat ke tempat tujuan di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Kamis (23/12/2021). Meski sudah memasuki H-1 libur Natal namun suasana di bandara ini masih terlihat normal dan tidak dijumpai kepadatan calon penumpang.
Calon penumpang pesawat sedang antri untuk meletakkan bagasi sebelum berangkat ke tempat tujuan di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Kamis (23/12/2021). Meski sudah memasuki H-1 libur Natal namun suasana di bandara ini masih terlihat normal dan tidak dijumpai kepadatan calon penumpang. (Warta Kota/Nur Ichsan)

Dengan kebijakan tersebut, maka penumpang pesawat, kapal laut, dan transportasi darat dengan tujuan domestik tidak perlu melampirkan hasil tes Covid-19.

Kebijakan tersebut kata Luhut dalam rangka transisi menuju aktivitas normal.

Nantinya akan ada surat edaran yang akan diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait yang akan terbit dalam waktu dekat.

Luhut mengatakan berdasarkan data yang dievaluasi pemerintah, tren kasus harian Covid-19 nasional menurun sangat signifikan.

Turunnya kasus harian dibarengi dengan turunnya jumlah rawat inap dan tingkat kematian.

"Secara khusus perlu kami informasikan bahwa kondisi tren penurunan kasus konfirmasi harian terjadi di seluruh provinsi di Jawa dan Bali bahkan tingkat rawat inap di rumah sakit seluruh provinsi Jawa Bali juga telah menurun terkecuali DIY, Namun DIY, kami perkirakan akan turun dalam beberapa hari ke depan ini," katanya.

VAKSINASI GRATIS BAGI PENUMPANG PESAWAT GARUDA - Calon penumpang pesawat Garuda Indonesia, mengikuti vsksinasi gratis, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Rabu (30/6/2021). PT Garuda Indonesia memfasilitasi kegiatan vaksinasi ini dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi dan mensukseskan program 1 juta vaksin per hari.
VAKSINASI GRATIS BAGI PENUMPANG PESAWAT GARUDA - Calon penumpang pesawat Garuda Indonesia, mengikuti vsksinasi gratis, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Rabu (30/6/2021). PT Garuda Indonesia memfasilitasi kegiatan vaksinasi ini dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi dan mensukseskan program 1 juta vaksin per hari. (WARTA KOTA/NUR ICHSAN )

Sebelumnya, pemerintah seolah menunjukkan sikap wait and see melewati gelombang ketiga covid-19.

Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan sejauh ini, pemerintah belum dapat menyimpulkan Indonesia telah melewati puncak gelombang ketiga Covid-19 ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved