Breaking News:

Ramadhan 2022

TATA CARA Bayar Fidyah Bagi yang Sulit Puasa, Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat, Lengkap Takarannya

Ada pengecualian bagi orang yang tidak bisa menjalankan puasa misalnya sakit dan dalam beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.

Tribun Jabar
Ketentuan Membayar Fidyah Utang Puasa Ramadhan 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah cara membayar fidyah bagi orang yang sulit berpuasa, berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat.

Simak juga takaran hingga bentuk yang diberikan dalam membayar fidyah.

Seperti yang diketahui, di bulan Ramadhan umat muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Namun ada pengecualian bagi orang yang tidak bisa menjalankan puasa misalnya sakit dan dalam beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.

Lantas yang dilakukan orang tersebut ialah dengan membayarkan fidyah.

Fidyah merupakan cara yang dilakukan oleh orang  yang tidak mampu untuk berpuasa yakni dengan mengganti puasanya.

Cara mengganti puasa dengan membayar fidyah berupa bahan makanan atau makanan yang diberikan kepada orang miskin.

Nah, agar lebih paham dan mengerti cara membayar fidyah puasa, berikut penjelasan lengkapnya yang dibagikan oleh Ustaz Adi Hidayat melalui akun Facebook Motivasi Dakwah.

Baca juga: JELANG Ramadhan, Simak Ketentuan Bayar Fidyah Bagi yang Tidak Mampu Qadha Puasa, Berikut Takarannya

Baca juga: PERHITUNGAN & WAKTU Bayar Fidyah Beras / Uang Bagi Ibu Hamil & Menyusui, Pengganti Puasa Ramadhan

Ilustrasi Fidyah.
Ilustrasi Fidyah. (Istimewa)

Cara Membayar Fidyah Puasa

Inilah satu golongan spesial yang diperbolehkan tidak berpuasa saat Ramadhan bahkan tidak perlu puasa selama Ramadhan.

Dan tidak usah mengganti setelah Ramadhan, tapi dia diperkenankan oleh Allah untuk mengganti setiap puasanya dengan memberikan makanan pada orang-orang miskin.

Hal ini tercantum dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 184 yang disebutkan dengan golongan orang-orang yang sulit berpuasa selama hidupnya.

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved