Artis Ini Kaget Sosok Crazy Rich Mau Makan Bubur di Warungnya: Gak Sok Sultan Tapi Sultan Beneran
Sebagai pebisnis yang membuka warung dengan dagangan bubur, Chacha Frederica merasa terhormat bisa menjamu sosok Crazy Rich Indonesia itu.
Editor: galuh palupi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebagai pebisnis yang membuka warung dengan dagangan bubur, Chacha Frederica merasa terhormat bisa menjamu sosok Crazy Rich Indonesia itu.
Lantas, siapa sosok Crazy Rich Indonesia ini yang membuat Chacha Frederica bangga bukan main?
Momen tersebut diabadikan oleh Chacha pada 2 April 2022 lalu.
Dalam unggahan tersebut, Chacha memperlihatkan suasana saat sang Crazy Rich Indonesia itu baru saja menyantap bubur goreng jualannya.
Rupanya, sosok yang hadir di warung Chacha Frederica itu adalah seorang pengusaha kaya raya yang terkenal di era 90-an.
Chacha lantas memancing salah satu jargon yang membuat Crazy Rich Indonesia itu terkenal.
Baca juga: DULU Dikenal Sebagai Ratu Sinetron Karena Sering Masuk TV Kini Hidup Sang Artis Berubah Drastis
Baca juga: DULU Anak Kuli Bangunan & Rumah Tanpa WC, Kini Sukses Jadi Artis Tajir, Beli Istana Mewah untuk Ortu
"One of inspiring person in Indonesia buat saya .. ayoo anak2 90'an atau anak2 jaman now laah inget gak kata2 'Cintailah produk-produk Indonesia'," ungkap Chacha.
Ya, warung bubur Chacha Frederica ternyata didatangi oleh Alim Markus, bos Maspion Group yang merajai bisnis peralatan rumah tangga sejak tahun 1967.
Senang warungnya didatangi Alim Markus, Chacha langsung membeberkan sosok Crazy Rich Indonesia itu yang super sederhana.
Dengan pakaian yang santai dan sederhana, Chacha menyanjung Alim Markus yang benar-benar sultan tanpa pamer kekayaan.
"Yups beliau adalah pak Alim Markus.. sangat humble skali, gayanya sederhana, gak sok sultan2an tapi sultan beneran gmn dongg?" lanjut Chacha.
Chacha pun bak mengingat situasi di Indonesia yang sedang marak Crazy Rich, namun sekadar bohongan.
Istri Dico Ganinduto itu berharap sosok seperti Alim Markus lah yang harusnya sering diekspos di mata publik, sebagai inspirasi para anak muda.
"Sosok2 seperti itu harusnya yg lebih ter-expose di dunia maya, biar jadi semangat kerja dan semangat juang buat anak2 muda.. gak cuma gaya2an nya aja no 1 hadeehh," tambahnya.
Warungnya yang sederhana didatangi Alim Markus, Chacha Frederica terharu bukan main.
"Anyway pagi ini beliau makan di @chachaburgo dan datang langsung ke restaurant saya yg sederhana .. yaa Allah terharu," sambungnya.
Baca juga: 10 Tahun Menjanda, Artis Cantik Ini Curhat Pilu, Menangis Tak Ada Teman di Ranjang: Itu Berat Banget
Tak cuma itu, Chacha menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Alim Markus yang sudah mendukung bisnisnya, yakni Chacha Burgo.
"Terima kasih pak sdh mau mampir dan mendukung kami yg masih belajar bisnis dan belajar berdaya untk bnyk org di Indonesia .. InsyaAllah kami bs sukses kaya bapak yaa," tukas Chacha.
Sekadar informasi, Chacha Frederica kini tak hanya berstatus istri Bupati Kendal dan artis terkenal saja.
Sudah jarang tampil di layar kaca, Chacha kini banting setir menekuni bisnis barunya di dunia kuliner.
Melalui 'Chacha Burgo', Chacha Frederica mengembangkan bisnis bubur goreng yang laris manis diborong pembeli.
Walaupun sudah kaya raya dan punya suami pejabat tinggi, Chacha Frederica tak cuma ongkang-ongkang kaki di rumah saja.
Artis sahabat Nia Ramadhani itu turut mencari cuan dengan melebarkan sayap di dunia bisnis.
Crazy Rich, Jusuf Hamka Ungkap Alasan Tak Pakai Barang Mewah, Disinggung Jam Mahal: Muternya Sama
Dikenal sebagai crazy rich, Jusuf Hamka justru tak tertarik dengan barang-barang mahal.
Ia bahkan tak pernah memamerkan bawang-barang mewah yang identik dengan orang kaya.
Kini ia pun membeberkan alasan mengapa tak pamer dan memakai barang mewah seperti orang kaya lainnya.
Sosok Jusuf Hamka yang selalu menginspirasi kehidupan ini sudah tidak asing lagi di tanah air.
Dikenal sebagai pengusaha dan bosperusahaan jalan tol, pria yang akrab disapa Babah Alun ini masih berpenampilan sederhana.
Bahkan dengan jauh dari kesah mewah, pria yang termasuk sebagai konglomerat ini masih tetap bersahaja.
Jiwa kesederhanaannya tetap terpancar meski harta yang dimiliki tak ternilai jumlahnya.
Baca juga: Tak Pamer Harta, Ini Sosok Crazy Rich Sesungguhnya, Bos Jalan Tol, Beri Tanah untuk Pemakaman Covid
Berbeda dari kebanyakan orang kaya, Jusuf Hamka justru doyan makan di angkringan atau warteg.
Selain itu, penampilan sederhananya terlihat jelas dari busana yang dikenakannya.
Bahkan hal ini justru menjadi inspirasi bagi banyak kalangan yang bisa menjadikan sosok Jusuf Hamka sebagai panutan.
Bahkan dalam perbincangannya dengan Rudy Salim beberapa waktu lalu cukup memberi pelajaran dalam hidup.
Kala itu Rudy Salim menanyakan kepada Jusuf Hamka apakah bosan menjadi orang kaya.
Jawaban Jusuf Hamka pun sangat menakjubkan, ia mengakui tidak pernah merasa jadi orang kaya.
Bahkan Jusuf Hamka mengakui jika celananya saja beli di Cihampelas, Bandung.
Ia beralasan jika membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan dan manfaat bukan keinginan semata.
Selain itu, saat berbincang dengan Helmy Yahya, Jusuf Hamka juga tidak ingin memakai barang-barang mewah dengan harga yang fantastis.
Ia mengungkapkan hal itu hanya akan mengundang kejahatan dan fungsi barang yang dibeli akan tetap sama bukan semata memandang merek dan harga.
Awalnya, Helmy Yahya menanyakan seputar celana jeans yang dikenakan oleh Jusuf Hamka.
Jusuf Hamka pun mengakui jika celananya itu dibeli sudah sejak lama dengan harga Rp 150 ribu di Cihampelas, Bandung.
Kemudian, tiba satanya Helmy Yahya menanyakan harga dan merek jam yang dipakai Jusuf Hamka.
Baca juga: Tak Pamer, 7 The Real Crazy Rich Indonesia, Harta Fantastis, Indra Kenz & Doni Salmanan Kalah Tajir
"Jam?" tanya Helmy Yahya.
"Masih, liat aja Seiko, nggak ada masalah," ujar Jusuf Hamka sambil memperlihatkan jamnya.
"Dibanting-banting, soalnya bukan jam milyaran," tambah Jusuf hamka.
"Ya kan ada jam jam yang puluhan milyar pak," sahut Helmy Yahya menanggapi ucapan Jusuf Hamka.
"Muternya sama," timpal Jusuf Hamka.
"Nggak ada yang lebih cepet juga ya pak," sahut Helmy Yahya lagi.
Jusuf Hamka pun membenarkan ucapan Helmy Yahya dan memberikan alasannya tidak mau memakai barang mewah.
"Emang kalo mahal cepetan? Ngga juga ya, ngga juga bikin tambah hoki kan. Ngga bikin tambah kaya kan," jelas Jusuf Hamka.
"Diincer orang iya ya, dibacok orang iya kalo mahal-mahal, kalo ini siapa yang mau," ujarnya.
Tak Pamer Harta, Ini Sosok Crazy Rich Sesungguhnya, Bos Jalan Tol, Beri Tanah untuk Pemakaman Covid
Berbeda dengan Doni Salmanan dan Indra Kenz, sosok crazy rich satu ini justru tak pernah memamerkan kekayaannya.
Padahal ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus konglomerat.
Penampilannya pun sangat sederhana dan jauh dari kata mewah.
Berikut ini profil Jusuf Hamka yang dikenal sebagai pengusaha dermawan.
Belakangan ini istilah crazy rich alias super kaya sedang populer di Tanah Air.
Sosok yang dijuluki sebagai crazy rich tersebut berlomba-lomba pamer kemewahan dan harta kekayaannya.
Namun, siapa sangka justru sosok crazy rich sesungguhnya jauh dari kesan mewah dan memilih hidup sederhana.
Baca juga: Tak Pamer, 7 The Real Crazy Rich Indonesia, Harta Fantastis, Indra Kenz & Doni Salmanan Kalah Tajir
Termasuk pula sosok konglomerat bernama Jusuf Hamka yang menjadi inspirasi banyak orang.
Beberapa waktu lama, nama Jusuf Hamka mendapatkan sorotan karena berniat untuk menjadikan tanah miliknya yang seluas 10 hektar sebagai lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19.
Pria yang akrab disapa Babah Alun ini turut berperan dalam memerangi percaloan kremasi untuk jenazah pasien Covid-19 di Jakarta.
Jusuf Hamka sendiri merupakan Dewan Pembina dari Krematorium Cilincing yang memerintahkan krematorium tersebut untuk menerima jenazah pasien Covid-19 dan memungut harga rendah untuk jasa kremasi, yakni Rp 7 juta.
Hal ini dilakukan karena sebelumnya sempat beredar berita tentang adanya calo jasa kremasi yang mematok harga hingga ratusan juta rupiah per jenazah pasien Covid-19.
Sebagai informasi, Jusuf Hamka merupakan bos perusahaan jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada.
Ia dikenal sebagai sosok pengusaha yang dermawan dan kerap membantu masyarakat yang kesusahan.
Lantas siapakah sosok Jusuf Hamka tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.
Bukan hanya menginspirasi, sosok Jusuf Hamka justru menularkan banyak kebaikan bagi banyak orang.
Bahkan Teuku Wisnu yang merupakan seorang selebriti Tanah air pun menjadikan pemilik nama lengkap Mohammad Jusuf Hamka panutan.
Baca juga: KADO Ultah Rp 207 Juta Tak Suka, Crazy Rich Ini Ogah Terima Hadiah, Pilih Beli Sendiri Barang Ini
Hal ini terlihat dalam unggahan terbaru Teuku Wisnu dalam laman Instagramnya.
Ia membagikann video singkat mengenai sosok Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun.
Dalam video tersebut, Jusuf Hamka tengah berbincang dengan Rudi Salim yang juga merupakan seorang pengusaha.
Dalam perbincangan itu, Jusuf Hamka mengakui jika dirinya tidak pernah merasa kaya.
Padahal seandainya ia mau membeli apapun bisa karena kesuksesan yang diraihnya.
Namun tidak demikian, ia membeli sesuatu sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
"Bosen nggak jadi orang kaya, Pak?" tanya Rudi Salim.
"Saya nggak pernah merasa jadi orang kaya, jadi saya nggak bosen-bosen," ungkap Jusuf Hamka.
"Jadi karena sampai saat ini Rudi lihat mana sih gaya saya kayak gaya orang kaya, celana aja jeans, belinya di Bandung, di Cihampelas, baju juga biasa aja, pakai jam tanga juga Seiko, nggak berasa kaya, cuma ya cukup-cukup aja lah, maksudnya mau makan bisa lah," tambahnya.
"Kita mau apa, beli tanah 100 hektar bisa, mau beli pesawat bisa, mau beli supercar bisa," lanjut Rudi Salim.
"Gini loh, setiap kita mau beli barang, kita lihat azas manfaat, kalau azas manfaatnya nggak ada, saya pikir sudahlah keinginan-keinginan aja," tegas Jusuf Hamka.
Hal inilah yang menjadi inspirasi bagi Teuku Wisnu seperti yang dituliskannya melalui keterangan unggahan.
"Dari Baba @jusufhamka kita belajar…
Bahwa membeli sesuatu haruslah bijak. Bukanlah berdasarkan nafsu atau keinginan belaka, melainkan kebutuhan atau ada tidaknya manfaat dari pembelian tersebut.
Kalau ditanya mampu atau engga,Tentu, sangat mudah bagi beliau…
Namun inilah, beliau, “Semakin berisi, semakin membumi”. Maa Syaa Allah," ungkap Teuku Wisnu.
Berikut ini 7 prinsip hidup sukses ala Jusuf Hamka
1. Punya mimpi dan berani mewujudkannya
2. Mensinergikan kemampuan terbaik di lingkungan sekitar
3. Bergaul dengan para senior dari berbagai kalangan
4. Selalu hormat kepada ibu-bapak
5. Amanah, menepati janji
6. Selalu merasa bodoh dan mau belajar
7. Hidup dan berpenampilan sederhana
Meski tak punya ijazah formal, anak ideologis Professor Buya Hamka ini tergolong sukses sebagai profesional dan pebisnis.
Kerap disapa Babah Alun, ia termasuk di antara konglomerat Indonesia yang tak segan makan di warung pinggir jalan.
Ia merupakan sosok pengusaha asal Samarinda yang pernah menjabat sebagai direktur utama beberapa perusahaan.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia kerap membagikan momen ketika menyantap makan di warung pinggir jalan.
Dengan menggunakan mobil mewah, Jusuf Hamka tampak tak gengsi masuk ke sebuah warung, bahkan menyapa beberapa warga.
Begitu merakyat, pengusaha jalan tol ini hanya mengenakan setelan kaus oblong dan celana pendek.
Ia tampak santai menikmati hidangan sederhana di warung tersebut.
Pada kesempatan lain, Jusuf Hamka juga sempat kedapatan tengah menikmati semangkuk soto gerobak di pinggir jalan.
Momen itu terekam dalam sebuah video yang diambil di warung soto kuning kaki lima di Bogor, Jawa Barat.
Pada video itu, tampak Jusuf Hamka menyapa ke hadapan kamera seraya memuji makanan yang ia santap.
Kini Jusuf Hamka yang telah berusia 64 tahun lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kegiatan sosial.
Baca juga: DULU 2 Kali Drop Out dari Kuliah, Sahabat Raffi Ahmad Ini Malah Jadi Crazy Rich, Begini Kisahnya
Profil Jusuf Hamka
Mohammad Jusuf Hamka atau juga dikenal dengan nama Babah Alun lahir dengan nama Alun Joseph di Jakarta, 5 Desember 1957.
Untuk diketahui, orang tua Jusuf Hamka adalah pendidik.
Ayahnya yaitu Joseph Suhaimi adalah dosen dengan banyak gelar, sementara sang ibu yakni Suwanti Suhaimi berprofesi sebagai guru.
Adapun, Jusuf Hamka sendiri merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.
Saat masih kecil Jusuf Hamka sudah hidup di perkampungan kecil.
Sejak kecil, Jusuf telah ditempa dengan kehidupan pas-pasan.
Dia pun sudah terbiasa dengan rutinitas berjualan keliling setiap pulang sekolah.
Meski keduanya berprofesi sebagai pendidik, Jusuf Hamka hanya lulusan SMA.
Ia pernah beberapa kali kuliah tetapi tidak selesai.
Di masa muda, dia pernah mengenyam pendidikan di sejumlah perguruan tinggi ternama, tapi tak ada yang tuntas.
Bukan karena kurang cerdas, cuma dia memang tak suka dengan formalitas.
Pada tahun 1986, Jusuf Hamka mulai bekerja di bidang konstruksi jalanan sebagai seorang supir traktor pembuat jalan.
Pekerjaan yang dilakoninya selama 3 tahun ini masih berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kala itu, ia dan keluarganya tinggal di desa Bukuan Kecamatan Palaran, di pinggir Sungai Mahakam, dengan gaji Rp 750 ribu/ bulan.
Kehidupan Jusuf Hamka jauh dari kata mewah.
Keluarganya hidup sederhana di pedalaman Samarinda.
Bagi Jusuf saat itu, makan dengan telur dan kornet saja sudah hal yang mewah.
Bahkan, untuk makan sayur harus menunggu Pasar Pekan yang buka satu minggu sekali.
Tuhan tidak pernah tidur. Atas kerja kerasnya meraih kesuksesan, Jusuf Hamka merasa sangat bersyukur dan menyebut Tuhan berperan luar biasa dalam hidupnya.
Atas kuasa-Nya, kini dirinya berhasil menjadi seorang bos jalan tol dan dipercaya menjadi pengelola di kawasan Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
(Grid.id/Sripoku)
Artikel ini telah tayang di Grid.id dengan judul 'Pindah Haluan Jualan Bubur Meski Suaminya Jadi Bupati Kendal, Chacha Frederica Pamer Warung Kecilnya Dihampiri Sosok Crazy Rich Indonesia yang Sederhana Ini: Terharu!'
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/chacha-frederica-terharu-warung-buburnya-didatangi-sosok-crazy-rich-indonesia-alim-markus.jpg)