Breaking News:

Puasa Syawal & Utang Puasa Ramadhan Mana yang Didahulukan? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Seperti diketahui saat ini umat muslim memasuki satu bulan istimewa yaitu bulan Syawal 1443 H.

Editor: galuh palupi
Freepik.com
Puasa Syawal 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seperti diketahui saat ini umat muslim memasuki satu bulan istimewa yaitu bulan Syawal 1443 H.

Bahkan pada bulan ini umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak melakukan ibadah dan amalan yang dianjurkan, salah satunya adalah puasa Syawal.

Puasa Syawal biasa dikerjakan selama enam hari, mulai dari 2 hingga 7 Syawal dan boleh dikerjakan secara tidak berurutan.

Lantas, bagaimana jika ingin melaksanakan puasa syawal tapi masih memiliki utang puasa Ramadhan?

Dilansir dari video 'SEBAIKNYA PUASA SYAWAL ATAU PUASA GANTI DULU.? | Ust. Abdul Somad. Lc., MA' di channel Youtube Taman Surga.Net, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa diutamakan terlebih dahulu adalah membayar utang puasa.

"Ibu-ibu yang punya utang puasa 7 hari, maka harus dibayar dahulu baru puasa Syawal 6 hari," ujar Ustadz Abdul Somad.

Baca juga: KAPAN Mulai Puasa Syawal? Ini Ketentuan hingga Bacaan Niatnya, Keutamaan Seperti Puasa Setahun Penuh

Baca juga: Cara Cegah Tubuh Drop Saat Momen Hari Lebaran, Makanan & Minuman yang Dihindari Serta Puasa Sunnah

Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad. (Instagram @ustadzabdulsomad_official's)

Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan seseorang bisa mengganti puasa di bulan Syawal apabila orang tersebut tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah.

"Ibu-ibu kalau tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah Syawal maka cukup mengganti puasa di bulan Syawal, maka ibu puasa qadha di bulan Syawal," jawab Ustadz Abdul Somad.

"Maka otomatis pahalanya seperti puasa sunnah Syawal, niatnya cuma satu, niatnya satu, saya niat puasa qadha besok hari lillahi ta'ala," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Abdul Somad mengatakan jika mengganti utang puasa di hari Senin, maka puasanya mendapat 3 pahal sekaligus.

Yaitu puasa sunnah Senin-Kamis, puasa Syawal dan puasa penggantinya lunas.

Puasa dengan ketentuan seperti itu berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan.

"Hal itu berlaku untuk laki-laki maupun perempuan," ujar ustaz Abdul Somad.

Niat Puasa Syawal

Halaman
123
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved