Breaking News:

Penanganan Covid

Stok Vaksin Masih Banyak di Gudang Penyimpanan, Presiden Jokowi Vaksinasi Booster Terus Digenjot

Stok vaksin masih banyak hingga gudang penyimpanan penuh dan menghambat vaksin baru, Jokowi minta vaksinasi booster terus digenjot

Editor: Talitha Desena
TRIBUNNEWS/BIRO PERS/MUCHLIS Jr
Ilustrasi - vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020) lalu 

TRIBUNNEWSMAKER. -  Pemerintah menghadapi masalah banyaknya stok vaksin di gudang penyimpanan yang ada di daerah.

Stok vaksin tersebut menyebabkan gudang penuh sehingga menghambat penyimpanan vaksin-vaksin baru.

Oleh karena itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar vaksinasi penguat alias booster terus digenjot sehingga akan mempercepat laju vaksinasi dan mengurangi stok vaksin yang belum terpakai.

“Arahan bapak presiden juga sekaligus untuk mempercepat stock vaksin yang banyak yang ada di daerah-daerah, sekarang itu segera menerapkan booster,” kata Menteri Kesehatan Budi Gundadi Sadikin usai ratas, Selasa, (31/5/2022).

Selain itu kata Menkes, vaksinasi booster dapat memperkuat antibodi masyarakat dari paparan virus Covid 19.

Berdasarkan hasil sero survei yang dilakukan pemerintah pada Maret lalu kadar antibodi masyarakat naik berkali kali lipat setelah mendapatkan vaksin booster.

Baca juga: Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan Ketika Mudik, Ingatkan Vaksin Booster

Baca juga: Cara Mengurangi Rasa Sakit Efek Samping dari Vaksin Booster Covid-19, dari Pegal hingga Demam

ILUSTRASI vaksin Covid-19.
ILUSTRASI vaksin Covid-19. (europeanpharmaceuticalreview.com)

“Sebelum booster itu ordernya di sekitar 400 an, titer antibodinya atau kadar antibodinya tapi begitu Itu di booster itu naik sampai 5000 sampai 6000 kadar antibodi atau titer antibodi,” katanya.

Sebelumnya stok Vaksin Covid 19 di Indonesia sudah mulai banyak yang kadaluarsa alias expired sehingga tidak bisa digunakan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksin yang expired tersebut sebagian besar berasal dari hibah negara lain.

“Sebagai informasi teman-teman memang sampai bulan April sudah ada 474 juta dosis vaksin yang kita terima. Dari 474 juta dosis vaksin itu sekitar 130 juta adalah vaksin hibah atau donasi,” kata Menkes.

Menkes tidak menyebutkan berapa jumlah vaksin yang expired tersebut.

Hanya saja kata dia, vaksin kadaluarsa itu memenuhi gudang gudang penyimpanan vaksin di daerah.

“Sebagian vaksinasi hibah dan sebagian kecil juga vaksinasi yang dibeli itu mengalami expired, dan itu masih disimpan di lemari es lemari es di seluruh provinsi daerah. Sehingga akibatnya memenuhi gudang-gudang yang ada di sana sehingga kalau kita mau kirim vaksin yang baru nanti akan terhambat,” katanya.

Sebagai gambaran dari 474 juta dosis vaksin yang telah diterima pemerintah sebanyak 412 juta dosis yang telah disuntikkan, baik itu untuk dosis yang pertama, kedua, maupun booster.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved