Breaking News:

Mantan Anggota Kopassus & Kepala BIN Sutiyoso Klarifikasi Terkait Banyak TKA China di Indonesia

Mantan anggota Kopassus dan kepala BIN klarifikasi terkait banyak TKA China datang di Indonesia.

Editor: Candra Isriadhi
Tribunnews.com
Sutiyoso mantan anggota Kopassus dan Kepala BIN. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mantan anggota Kopassus dan kepala BIN klarifikasi terkait banyak TKA China datang di Indonesia.

Sutioyoso yang merupakan mantan anggota Kopassus dan pernah menjabat sebagai kepala BIN tengah jadi sorotan publik.

Disampaikan Sutiyoso bahwa pernyataan yang disampaikan beberapa waktu lalu adalah dalam tataran dinamika demografi.

Pernyataan tersebut meski menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat sejatinya pada konteks pertumbuhan penduduk.

Melihat Indonesia yang jumlah penduduknya kurang lebih 272 juta dan beberapa negara yang mengalami terus mengalami pertumbuhan, maka diakui Sutiyoso ini menjadi sebuah masalah.

Soal orang China yang datang investasi ke Indonesia menurutnya itu wajar, tetapi yang menjadi perhatiannya adalah jumlah pegawai yang berasal dari negara tersebut jumlahnya sangat besar.

Baca juga: BANJIR di Mana-mana Mengapa Cuma Anies Baswedan yang Digebuki? Sutiyoso Bongkar Jawabannya

Baca juga: Najwa Shihab Heran Anies Baswedan Terus Digebuki Soal Banjir, Sutiyoso Justru Sebut Enaknya Digebuki

Sutiyoso saat berhadapan dengan Karni Ilyas.
Sutiyoso saat berhadapan dengan Karni Ilyas. (Kolase TribunNewsmaker - YouTube Indonesia Lawyers Club)

"Dan itu bukan pekerja ahli, tapi juga pekerja kasar, seperti katakan supir, penggali tambang kalau, sudah satpam dan lain sebagainya," kata Sutiyoso dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (2/6/2022).

"Nah, penguasa terhadap SDA ini menjadi perhatian penting untuk suatu negara untuk menghidupi rakyatnya," tambah Sutiyoso.

Merujuk pada Amerika Serikat

Melihat Amerika Serikat terhadap intervensi kepada negara-negara yang ada di Timur Tengah dan secara langsung masuk seperti ke Libya hanya untuk menguasai Mineral dan Energi yang ada, itu juga yang menjadi salah satu kekhawatiran Sutiyoso akan berlaku di Indonesia.

"Di Amerika ada minyak itu, tetapi dia simpan untuk cadangan. Dia kan menggunakan minyak dari luar gitu. Nah, yang paling banyak minyak itu tentu ya negara-negara Timur Tengah, karena itulah dia campur tangan di sana," beber Sutiyoso.

Terlebih menurutnya Amerika Serikat yang berdalih masuk ke Irak karena memiliki senjata pemusnah, tetapi ujung-ujungnya tidak terbukti ada.

Dan PBB saat itu tidak memberi sanksi apapun pada Amerika atas tudingan tak berdasar pada Irak.

Khawatir pada Tujuan TKA terhadap Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved