Breaking News:

Seorang Oknum Kepala Desa di Deliserdang Kena Pecat Lantaran Kepergok Berbuat Zina dengan Warganya

Seorang oknum kepala desa di Deliserdang dipecat lantaran kepergok berbuat zina.

Editor: Candra Isriadhi
Istimewa
Ilustrasi selingkuh 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang oknum kepala desa di Deliserdang dipecat lantaran kepergok berbuat zina.

Oknum kepala desa bernama THS (53) menjadi pergunjingan warga sekitar lantaran terbongkar melakukan hubungan perzinaan dengan warganya sendiri.

Akibat perzinaan tersebut sang kepala desa kini dipecat oleh Bupati Deliserdang.

Pertanggal 1 Juni 2022 ia pun tidak lagi menjabat sebagai Kades karena telah diberhentikan sementara oleh Bupati Ashari sesuai dengan SK Bupati nomor 510 tahun 2022 tentang Pemberhentian Sementara Kepala Desa Perdamean.

Informasi yang dihimpun adanya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Deliserdang yang menjadi dasar dari pemberhentian sementara terhadap THS ini.

" Ia sudah ada LHP nya dan itulah yang menjadi dasar keputusan Bupati."

"Hasilnya dia diberhentikan sementara,"ucap Kepala Inspektorat Kabupaten Deliserdang, Edwin Nasution Rabu, (1/6/2022).

Baca juga: Tidak Mampu, Jenazah Ditolak Dimandikan Karena Uang Kurang 200 Ribu, Lurah: Aturannya 900 Ribu

Baca juga: Lurah di Tanjungpinang Tega Cabuli 2 Bocah Hingga Belasan Kali, Polisi: Usia Korban 13 & 11 Tahun

Oknum Kepala Desa Perdamean Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, THS yang sempat berfoto bersama istri usai dilantik sebagai Kepala Desa Terpilih pada 20 Mei lalu.
Oknum Kepala Desa Perdamean Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, THS yang sempat berfoto bersama istri usai dilantik sebagai Kepala Desa Terpilih pada 20 Mei lalu. (TRIBUN MEDAN/HO)

Edwin mengaku semenjak kasus dugaan perzinahan dan perselingkuhan yang dilakukan THS mencuat dan warga melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati pihaknya langsung melakukan tindaklanjut. Diakui kalau kasus tersebut juga sempat menjadi atensi Bupati. Dianggap kalau perbuatan THS sudah meresahkan banyak masyarakat.

" Dia sudah kita panggil dan periksa. Ya dia datang. (apakah dia mengakui perbuatannya?) kalau itu kode etik pemeriksaan lah. Tapi yang jelas dapat diyakinilah apa yang diduga selama ini dan itu telah membuat keresahan dimasyarakat," ucap Edwin.

Edwin menyebut apa yang dilakukan THS sudah melanggar apa yang tertuang dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dan Peraturan Bupati. Ia menyebut sudah selayaknya setiap Kepala Desa menjadi pamong dan contoh untuk yang baik untuk masyarakatnya.

Oknum Kades THS sempat merayakan dan mendapatkan ucapan selamat dari para keluarga usai dilantik kembali menjadi Kades untuk periode ketiganya pada 20 Mei lalu.

Dari salah satu akun Facebook warga terlihat kalau pada 20 Mei lalu ia sempat berfoto gagah dengan didampingi istri dan para keluarganya yang lain menggunakan pakaian seragam Kepala Desa.

Lurah di Gowa Tolak Jenazah Untuk Dimandikan Lantaran Uang Kurang

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (theweek.in)

 Kisah pilu terjadi di Gowa saat jenazah ditolak dimandikan karena uang kurang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved