Breaking News:

Jabodetabek Masuk ke PPKM Level 1 Sampai Agustus 2022, Tingkat Rawat Inap & Kematian Terkendali

Wilayah Jabodetabek yang sebelumnya masuk level 2, diturunkan ke level 1 hingga 1 Agustua 2022, ini alasannya!

Editor: Talitha Desena
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi PPKM di Jabodetabek turun ke level 1 hingga 1 Agustus 2022 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jabodetabek kembali turun ke level 1.

Padahal sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menetapkan Jabodetabek masuk dalam kategori level 2 yang dimulai pada 5 Juli-1 Agustus 2022.

Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA menyebut perubahan ini didasari oleh pelandaian kasus Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Mempertimbangkan hal itu, wilayah aglomerasi Jabodetabek dapat kembali ke level 1.

"Meskipun berdasarkan indikator transmisi komunitas wilayah aglomerasi Jabodetabek berada pada level 2, tetapi dalam satu minggu terakhir kami melihat terjadi tren pelandaian (flattening) yang mengindikasikan wilayah aglomerasi Jabodetabek telah melewati puncak."

"Dengan perkembangan tersebut, kami memperkirakan wilayah aglomerasi Jabodetabek dapat kembali ke level 1 dalam 1 atau 2 minggu ke depan," kata Safrizal dikutip dari Kompas.com, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Gejala Varian Covid-19 Omicron BA.4 dan BA.5 7 Serta Pencegahan, Dewasa dan Anak-anak Bisa Kena

Baca juga: Pencegahan Covid-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5, Gejala-gejalanya dari Batuk Hingga Anosmia

Selain itu, kata Safrizal, tingkat rawat inap dan kematian yang masih rendah dan terkendali.

Sehingga, perubahan secara cepat ini dilakukan.

"Kami memutuskan untuk merevisi level PPKM wilayah aglomerasi (Jabodetabek) menjadi level 1," lanjut Safrizal.

Kebijakan ini, lanjut Safrizal, tak terlepas dari aspek ekonomi.

"Langkah ini dilakukan untuk tetap menjaga aspek kesehatan (namun juga) dengan memperhatikan tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut," kata Safrizal.

Kasus Subvarian BA.4 dan BA.5 Masih Tergolong Rendah

Covid-19 varian Omicron.
Covid-19 varian Omicron. (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut peningkatan kasus yang terjadi di Indonesia masih tergolong rendah.

Padahal di luar negeri, puncak kasus terjadi dalam 30 hari sampai 40 hari sejak pertama kali kasus ditemukan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved