Breaking News:

Penanganan Covid

Waspada! Terjadi Peningkatan Kasus Covid-19 di Berbagai Negara, Varian BA.4 & BA.5 Bermutasi Cepat?

Virus Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 disebut bermutasi dan menginfeksi lebih cepat, terdapat peningkata kasus di sejumlah negara

Editor: Talitha Desena
Freepik/wirestock dan Freepik/storiset
Ilustrasi masyarakat diminta waspada karena varian Covid-19, terjadi peningkatan kasus di sejumlah negara 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terjadinya peningkatan kasus Covid-19 bisa terbilang cukup cepat di berbagai belahan negara di dunia.

Hal ini dipicu karena sub varian BA.4 dan BA.5.

Bahkan mutasi juga 12 kali lebih cepat varian sebelumnya. Kemampuan menginfeksi jauh lebih cepat. Hal ini diungkapkan oleh pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman.

Pada sub varian BA.4 dan BA.5 memiliki tiga kemampuan yang berbeda dari varian sebelumnya. Pertama bisa menginfeksi berulang kali atau reinfeksi.

Kedua, menurunkan efikasi antibodi tubuh. Baik antibodi dari infeksi atau berasal dari vaksin Covid-19. Lalu yang terakhir bisa meningkatkan keparahan. Dua hal pertama jauh lebih ampuh dari varian sebelumnya.

"Keparahan setidaknya data relatif sama dengan Delta. Meski pun demikian, dengan modal imunitas yang lebih baik, gelombang yang sedang terjadi tidak akan berdampak ke fasilitas kesehatan," kata dia, Jumat (8/7/2022).

Selain itu Dicky juga memperkirakan jika angka kematian tidak akan sebesar waktu varian Delta. Karena orang sudah mendapatkan imunitas jauh lebih besar. 

Baca juga: Masih Belum Vaksin Booster? Simak Langkah-langkah Mudah Daftar Vaksinasi di Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: Jabodetabek Masuk ke PPKM Level 1 Sampai Agustus 2022, Tingkat Rawat Inap & Kematian Terkendali

Varian baru Covid-19, yaitu BA.4 dan BA.5 sebagai Variant of Concern
Varian baru Covid-19, yaitu BA.4 dan BA.5 sebagai Variant of Concern (Freepik)

Namun Dicky mengingatkan jika hal ini tidak bisa jadi andalan. Karena dengan kemampuan bisa menginfeksi kembali. Bahkan pada orang yang punya imunitas.

Sehingga penerapan protokol kesehatan, menggunakan masker dan alat perlindungan lain penting dilakukan. Pencegahan lebih dari pada menginfeksi.

Jabodetabek Masuk ke PPKM Level 1 Sampai Agustus 2022

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jabodetabek kembali turun ke level 1.

Padahal sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menetapkan Jabodetabek masuk dalam kategori level 2 yang dimulai pada 5 Juli-1 Agustus 2022.

Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA menyebut perubahan ini didasari oleh pelandaian kasus Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Mempertimbangkan hal itu, wilayah aglomerasi Jabodetabek dapat kembali ke level 1.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved