Breaking News:

DIBAYAR Rp 120Juta, Eksekutor Tak Turuti Perintah Kopda M, Pilih Tembak Perut Bukan Kepala: Gak Tega

Kopda Muslimin ternyata suruh eksekutor tembak kepala istrinya bukan perut. Ini pengakuan kelima pelaku.

Editor: octaviamonalisa
TribunMedan, Dispenad
Kopda Muslimin bayar orang suruhan Rp 120 juta untuk tembak bagian kepala istrinya 

Dikatakannya penembakan dilakukan Sugiono bersama timnya berdasarkan instruksi suami korban yakni Kopda Muslimin. Tembakan pertama disanyalir tidak mematikan korban.

Baca juga: SOSOK Kopda Muslimin, TNI Diduga Dalang Penembakan Istri Sendiri, Kini Dicari Jenderal Andika: Usut!

"Kemudian setelah penembakan pertama Sugiono yang telah kembali ke pos sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian mendapat instruksi dari suami korban untuk melakukan penembakan kedua," tutur dia.

Irjen Luthfi menuturkan tembakan pertama disinyalir tembus di tubuh korban dan ditemukan proyektil di lokasi kejadian.

Sementara tembakan kedua disinyalir bersarang di tubuh korban.

"Saat ini dua proyektil telah kami amankan dan korban dilarikan ke Rumah Sakit," tutur dia.

Kopda Muslimin Rela bayar orang suruhan Rp 120 juta demi tembak istrinya
Kopda Muslimin Rela bayar orang suruhan Rp 120 juta demi tembak istrinya (TribunMedan, Dispenad)

Irjen Luthfi menerangkan kelima pelaku tersebut mendapat honor Rp 120 juta dari Kopda Muslimin setelah menembak korban.

Upah kompensasi diberikan saat kopda Muslimin menunggu istrinya menjalani perawatan di rumah sakit berada di Banyumanik.

Kopda Muslimin menelpon sang eksekutor untuk mengambil upah yang telah disediakannya untuk dibagikan ke pelaku lainnya.

"Saat itu suami korban keluar dari rumah sakit menuju minimarket kurang lebih 300 meter dari rumah sakit bertemu tersangka.

Saat itulah uang kompensasi Rp 120 juta diserahkan dan telah dibagi 5 orang," jelasnya saat konfrensi pers di Mapolda Jateng.

Menurutnya tidak membutuhkan waktu lama menangkap kelima tersangka penembakan.

Kasus tersebut terungkap 4 hari setelah kejadian tepatnya Kamis (21/7).

"Pada hari tersebut pukul 20.00 Sugiono ditangkap, keesokan harinya pukul 13.00 Agus Santoso ditangkap, dan hari berikutnya dua tersangka ditangkap beserta penyedia senjata api," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved