Breaking News:

Baru Lari 7 km, Gadis Jatuh & Cedera, Nekat Tuntaskan Jarak 32 km, Ayah Kirim Ini untuk Penyemangat

Gadis jatuh & cedera di kilometer 7, nekat selesaikan jarak 3 km dan raih top 5, berkat kiriman dari ayah ini.

Penulis: ninda iswara
Editor: Candra Isriadhi
mStar
Gadis jatuh & cedera di kilometer 7, nekat selesaikan jarak 3 km dan raih top 5, berkat kiriman dari ayah ini. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kata-kata penyemangat dari orangtua bisa menjadi obat tersendiri bagi anak untuk meraih impian mereka.

Hal inilah yang dialami oleh gadis bernama Shamiera Auther.

Kejadian bermula ketika Shamiera mengikuti lomba lari Kadaimaian Adventure Race dengan jarak 32 kilometer (km).

Kondisi jalanan yang berbatu, penuh lumpur dan lumut membuat Shamiera terjatuh di kilometer 7.

"Saya ikut acara trail running 32 km di Kota Belut, Sabah. Di jarak 8 km pertama, jalanan cukup parah. Banyak batu, lumut, jalan berlumpur, hingga akar pohon menjalar dengan trek yang cukup sempit," ujar Shamiera menceritakan awal mula kejadian yang dialaminya.

Sampai akhirnya ia terjatuh di kilometer 7 dan mengalami cedera.

"Seperti dalam video itu, saya jatuh di kilometer ke tujuh. Kaki kanan saya tersangkut akar pohon," lanjutnya, seperti TribunNewsmaker.com kutip dari mStar.

Baca juga: Gantikan Ibu yang Meninggal, Bayi 4 Bulan Ikut Wisuda, Ayah dalam Proses Hukum, Banjir Air Mata

Baca juga: Anak Pingsan di Lapangan saat Tugas, Ayah Rela Lakukan Ini Sampai Bisa Berdiri Lagi, Tanpa Alas Kaki

Shamiera jatuh dan cedera saat ikut lari
Shamiera jatuh dan cedera saat ikut lari (mStar)

Meski kakinya terkilir, Shamiera tetap ingin menyelesaikan lomba lari sejauh 32 km tersebut.

Dengan kondisi kaki cedera, Shamiera berusaha menuju ke posko medis di kilometer delapan.

Saat beristirahat sembari menunggu petugas medis mengobati kakinya, Shamiera memberitahu sang ayah soal insiden yang dialaminya.

"Ayah selalu hadir saat saya bertanding, tapi saat itu ia tak bisa datang karena suatu hal. Petugas medis pun menyemprot dan membalut kaki saya. Mereka juga menawarkan obat penghilang rasa sakit, tapi saya membawa perlengkapan P3K sendiri," ujar gadis berusia 21 tahun ini.

Panitia lomba lari pun sempat menanyakan kepada Shamiera apakah ia akan melanjutkan lari mengingat kakinya cedera.

Shamiera yang susah payah latihan beberapa bulan sebelumnya ini pun tak mau putus asa.

Terlebih Shamiera semakin bersemangat setelah mendapatkan kiriman suara berisi dukungan dari sang ayah.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved