Breaking News:

'Saya Dipermalukan' Kompolnas Geram Ketipu Liciknya Ferdy Sambo, Mahfud MD: Kenapa Langsung Percaya?

Kompolnas Benny Mamoto merasa jadi korban liciknya Ferdy Sambo. Kini tanggung malu ditegur Mahfud MD.

Tayang:
Editor: octaviamonalisa
YouTube Kompas Tv, Tribunnews.com
Kompolnas, Benny Mamoto geram ketipu dengan siasat licik Ferdy Sambo 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas ) Benny Mamoto merasa tertipu dengan siasat licik Ferdy Sambo.

Benny Mamoto tak menyangka dirinya bisa menjadi korban rekayasa licik Ferdy Sambo.

Bak dengan mudah Kompolnas Benny Mamoto ini percaya dengan penjelasan komplotan Ferdy Sambo.

Kini akibat kelalaiannya tersebut, Benny Mamoto mendapat teguran keras dari Mahfud MD.

Hal itu diungkapkannya dalam acara talkshow Rosi di Kompas TV.

Baca juga: KETIPU, Dulu Peluk Saat Ferdy Sambo Nangis-nangis, Ini Reaksi Kapolda Fadil Imran Dibohongi, Malu?

Baca juga: TAHU Rahasia Putri Candrawathi, ART Ferdy Sambo Ini Berani Marahi Bharada E: Jangan Ikut Campur!

Benny Mamoto merasa ketipu dengan siasat licik Ferdy Sambo
Benny Mamoto merasa ketipu dengan siasat licik Ferdy Sambo (Kompas.com/Rahel Narda)

Menurut Benny Mamoto, pernyataannya yang mengatakan, "Tidak ada kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir J," diperolehnya dari sumber resmi, yakni Polres Jakarta Selatan.

Ia mengaku percaya dengan ucapan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto saat dimintai klarifikasi kasus Brigadir J.

Hal itu lantaran Kombes Budhi Herdi Susianto memiliki integritas dan tidak memiliki catatan khusus dalam rekam jejaknya di kepolisian.

Namun, niat Kompolnas untuk mengklarifikasi ke sumber resmi yang menangani kasus malah berujung pada kegaduhan.

Kini terkuak kalau Kompol Budhi Herdi Susianto terlibat persekongkolan dengan Ferdy Sambo untuk tutupi kasus Brigadir J.

Alhasil, Kompol Budhi Herdi Susianto dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Jakarta Selatan.

Fakta yang sebenarnya pun terkuak, kalau ternyata Ferdy Sambo lah yang menyuruh Bharada E, Brigadir RR hingga KM untuk menembak Brigadir J.

Mnegetahui fakta itu, Benny Mamoto mengaku menajdi korban skenario Ferdy Sambo.

Baca juga: Makanya Nyawanya Jadi Hilang Keluarga Curiga, Niat Baik Brigadir J ke Putri Buat Sambo Tega Habisi

"Saya berharap informasi yang lebih lengkap dari orang yang menangani, yang notabene mendengar saksi dan olah TKP.

Tetapi ternyata dia bagian dari satu skenario, dan membuat saya jadi korban," ujar Benny Mamoto, dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas TV.

Bahkan gara-gara ini, Benny Mamoto dihujat publik.

Ketua Kompolnas Benny Mamoto, bantah tuduhan sekongkol, singgung tertipu tangisan Ferdy Sambo
Menurutnya, namanya dipermalukan gara-gara tertipu skenario Ferdy Sambo.

"Dengan kegaduhan ini tidak ada salahnya saya minta maaf meskipun saya jadi korban, meskipun saya dipermalukan," ujar Benny Mamoto.

Maka dari itu, Benny Mamoto menegaskan dirinya tidak pernah berniat membohongi publik.

"Saya tidak punya niat untuk membohongi publik, berbeda dengan saya berniat membohongi publik berarti saya berkerja sama," kata Benny Mamoto.

'Tetap Jangan Buka Mulut! Usai Brigadir J Tewas, Putri Istri Ferdy Sambo Janjikan Rp 1M ke Bharada E

Sementara itu, fakta baru kini terungkap soal keterlibatan Putri Candrawathi dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Siapa sangka, setelah Brigadir J tewas, Putri Candrawathi ternyata menjanjikan uang berjumlah fantastis untuk beberapa pelaku.

Istri Ferdy Sambo menjanjikan total uang Rp 2 miliar untuk Bharada E, Brigadir RR, dan sopirnya, Kuwat Maruf.

Putri Candrawath berjanji bakal memberikan uang paling banyak yakni Rp 1 miliar untuk Bharada E.

Hal tersebut diungkap oleh Deolipa Yumara, mantan pengacara Bharada E.

Belum mau buka suara soal kematian Brigadir J, Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo hanya nangis dan ucap malu saat diperiksa
Belum mau buka suara soal kematian Brigadir J, Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo hanya nangis dan ucap malu saat diperiksa (Kolase Facebook, Kompas TV)

"Jadi Miss X ini adalah ibu Putri Candrawathi sendiri.

Ini keterangannya Richard.

Jadi Ibu Putri sama Pak Sambo, memanggilah si Pak Kuwat, Bharada Richard dan Brigadir Ricky," kata Deolipa di acara Kontroversi di akun YouTube Metro TV, Kamis (11/8/2022) malam.

Pemanggilan oleh Putri Candrawathi katanya dilakukan beberapa hari setelah penembakan atau pembunuhan terhadap Brigadir J dilakukan.

"Karena ini situasi dirasa sudah mulai aman nih. Skenario pertama sepertinya berhasil.

Nah kalau ini sudah beres, lu tetap jangan buka mulut, kan bahasa kasarnya begitu.

Ini saya kasih nih ya, kalau sudah beres kamu Rp1 Miliar (Bharada E), kamu gope (Rp500 Juta), kamu juga gope," kata Deolipa.

Ini berarti ada dana Rp2 Miliar yang dijanjikan Putri dan Sambo ke Bharada E, Brigadir RR dan Kuwat, dimana ketiganya kini juga menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J.

Dimana pembagiannya Bharada E Rp1 Miliar karena dia yang menembak langsung Brigadir J, sementara Brigadir R dan Kuwat yang membantu, masing-masing mendapat Rp500 Juta.

Baca juga: Dipanggil Bharada E Ketakutan Setelah Brigadir J Tewas, Keluarganya Akan Disembunyikan Ferdy Sambo

"Tapi nanti uang akan diberika jika sudah SP3 atau sudah aman sekitar sebulan kemudian, begitu janji Miss X dan Sambo," kata Deolipa.

Menurut Deolipa, Putri dan Sambo sangat yakin kasus penembakan Brigadir J ini akan SP3 atau dihentikan penyidikannya.

"Kenapa mereka yakin, karena semuanya sudah dipegang.

Sini dipegang, situ dipegang," ujar Deolipa.

Tapi ternyata kata Deolipa, kasus tewasnya Brigadir J mendapat perhatian publik dan harapan SP3 ternyata berubah menjadi upaya pengungkapan kasus yang seterangnya.

Hingga berujung membuat Kapolri membentuk tim khusus untuk mendalami dan mengungkap kasus ini.

"Jadi begitu curhatnya Richard.

Benar atau tidak tergantung Richard," kata Deolipa.

Sementara itu kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan informasi yang didapatnya adalah dana yang disiapkan Sambo untuk menutupi kasus ini mencapai Rp5 Miliar.

"Kalau saya dapat informasinya dana yang disiapkan Rp5 Miliar.

Jadi selain ke tersangka juga disiapkan untuk ke orang di institusi lain," katanya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dan Wartakotalive.com dengan judul Tangisan Ferdy Sambo Merasa Terzalimi, Kompolnas Sempat Percaya, Kini Sadar Jadi Korban Skenario,  Terungkap, Putri Candrawathi Janjikan Rp1 Miliar untuk Bharada E dan Rp500 Juta ke Brigadir R

Sumber: Tribun Bogor
Tags:
Benny MamotoKompolnasFerdy SamboBudhi Herdi SusiantoKapolres Jakarta SelatanMahfud MDBrigadir J
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved