Breaking News:

Cerita Pilu Aktor Jadi Mualaf, Dianggap Mati dan Diusir oleh Ibu, Menyukai Suara Azan Sejak Kecil

Menyukai suara azan sejak kecil, aktor ini putuskan jadi mualaf, sempat dianggap mati dan diusir oleh ibu.

Editor: ninda iswara
Kolase TribunStyle
Menyukai suara azan sejak kecil, aktor ini putuskan jadi mualaf, sempat dianggap mati dan diusir oleh ibu. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Perjalanan seseorang untuk menjadi mualaf menyimpan cerita yang tak diduga.

Begitu juga dengan perjalanan mualaf seorang aktor yang sempat membuat ibu kecewa.

Sosok aktor yang dimaksud yakni Risdo Matondang.

Risdo Matondang pernah dianggap telah tiada oleh ibunya karena memutuskan menjadi mualaf.

Kini malah menjadi anak yang paling dekat dengan ibunya.

Risdo Alaro Matondang atau yang dikenal sebagai Risdo Matondang merupakan seorang aktor lawas Indonesia, yang namanya mulai disorot setelah memerankan tokoh Gajah Mada dalam sinetron 90-an berjudul Tutur Tinular.

Lama tak terdengar kabarnya, beberapa waktu lalu, Ridso menceritakan soal pengalamannya menjadi mualaf sejak tahun 1998 saat usianya menginjak 28 tahun.

Baca juga: Dituduh Pindah Keyakinan karena Dinikahi Aktor, Artis Mualaf di Usia 9 Tahun, Jawab Isu Hamil Duluan

Baca juga: Sempat Mualaf, Artis Ini Putuskan Lepas Hijab, Kembali ke Keyakinan Awal, Singgung Kesehatan Mental

Risdo Matondang, aktor putuskan mualaf
Risdo Matondang, aktor putuskan mualaf (YouTube Islam Trending TV)

Meski dirinya terlahir dengan agama Kristen Protestan dan rutin beribadah ke gereja, tetapi sedari kecil Risdo memang suka dengan suara azan.

Bahkan ia kerap kali menirukan suara azan di depan kipas angin.

"Jadi, di rumah saudara di Medan yang punya kipas angin.

Kan kalau kita bicara di depan kipas angin ada getarannya, saya suka begitu (Azan di depan kipas angin)," ujar Risdo dilansir dari YouTube Islam Trending TV, Sabtu (13/8/2022).

Seolah mendapat hidayah lain, saat usianya menginjak 17 tahun dan membuat KTP (Kartu Tanda Penduduk), agamanya malah tertulis Islam, padahal saat itu ia belum menjadi mualaf.

Baru saat dirinya beranjak dewasa, ia makin mantap masuk Islam setelah mendapat buku dari rekannya yang menceritakan perdebatan antara orang Katolik dan seorang Kiai di Madura.

“Dia ingin mendebat si Kiai bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Kiai-nya cuma bilang begini ‘kamu modalnya apa? saya Alkitab. Alkitab sudah saya hapal di luar kepala kata Pak Kiai.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved