Breaking News:

Terungkap Detik-detik Sebelum Brigadir J Dibunuh, Putri Candrawathi Nangis, 'Waktunya Sangat Pendek'

Detik-detik sebelum Brigadir J dibunuh, Putri Candrawathi ada di rumah di Saguling dan dikabarkan menangis

Editor: Talitha Desena
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim dan Youtube
Detik-detik eksekusi Brigadir J, Putri Candrawathi dikabarkan menangis 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terungkap detik-detik kejadian pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Hal ini diungkapkan oleh Kuasa hukum Bharada Eliezer atau Bharada E yang menceritakan sekitar 20 menit sebelum pembunuhan Brigadir J.

Saat itu, ada rapat singkat para tersangka, termasuk sosok istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Seperti yang diketahui, pembunuhan Brigadir J terjadi di rumah pribadi Ferdy Sambo di lantai 3 di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ronny menceritakan sesaat sebelum eksekusi Brigadir J dilakukan, kliennya Bharada E sempat dipanggil ke ruang rapat di lantai 3 rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling di lantai 3. Di sana juga ada Putri Candrawathi.

"Kemudian yang diketahui oleh klien saya adalah bahwa saudari PC (Putri Candrawathi) ini memang ada di rumah di Saguling dan juga ada di TKP," kata Ronny di akun YouTube TVonenews, Jumat (19/8/2022) malam.

Di sana kata dia digelar rapat singkat membahas soal Brigadir J.

Baca juga: Kena Prank! Murka Seali, Ferdy Sambo Buat Suaminya Kini Ditahan, Tantang Suami Putri: Gentle Laah!

Baca juga: 20 Menit Sebelum Eksekusi, Bharada E Syok Pergoki Gelagat Aneh Ferdy Sambo & Putri di Ruang Rapat

Rekaman CCTV perlihatkan Brigadir J dan Istri Irjen Ferdy Sambo saat tiba di rumah pribadi Ferdy Sambo untuk PCR
Rekaman CCTV perlihatkan Brigadir J dan Istri Irjen Ferdy Sambo saat tiba di rumah pribadi Ferdy Sambo untuk PCR (YouTube)

"Ya, jadi memang bahwa ada proses waktu di lantai 3, ketika klien saya dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, atau ruangan rapat. Bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini di sana, bersama FS dan RR, membicarakan mengenai almarhum Yosua," katanya.

"Nah di situlah, waktunya memang sangat pendek, karena di sana klien saya menerima perintah itu, kemudian sampai ke TKP kurang dari 20 menit," katanya.

Menurut Ronny dari keterangan Bharada E, baik di TKP dan di rumah sebelumnya di Saguling, atau di 2 lokasi itu ada peran Putri Candrawathi di sana.

"Jadi perlu saya sampaikan, klien saya tidak berbicara, tetapi klien saya melihat bahwa ibu PC itu ada di ruangan di lantai 3 di Saguling. Dalam pertemuan itu, ada Ibu PC, pak FS kemudian saudara RR, kemudian, dan yang terakhir Bharada E yang datang dipanggil saudara RR," katanya.

"Sewaktu masuk ruangan Bharada E tidak melihat ibu PC, tetapi ketika duduk di sofa, melihat ibu PC ada di dalam, ternyata," ujar Ronny.

Menurutnya proses rapat di Saguling dari keterangan Bharada E, sangat cepat hingga sampai eksekusi Brigadir J di TKP.

Saat ditanya bagaimana kondisi dan keadaan Putri Candrawathi saat rapat di rumah di Saguling sebelum eksekusi, menurut Ronny, dari keterangan Bharada E, Putri Candrawathi terlihat menangis.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved