Breaking News:

Hasil Autopsi Brigadir J, dari Kejanggalan 'Otak Masuk Perut', & Ditemukan Penempelan Lem di Kepala

Hasil autopsi jenazah Brigadir J, terungkap kebenaran dari sejumlah kejanggalan-kejanggalan yang menyeruak

Editor: Talitha Desena
Kolase Tribunnews
Hasil autopsi kedua jenazah Brigadir J, kebenaran soal 'otak masuk perut' 

Teknisi otopsi akan mengeluarkan setiap organ dan memberikannya kepada Ahli Patologi.

Ahli patologi akan mengiris sebagian besar organ untuk mencari tahu apakah ada cedera atau penyakit.

Perut dan dada (rongga dada) pada kondisi ini dalam keadaan kosong. Kemudian, kantong jeroan dimasukkan ke dalam perut (atau rongga dada).

Dia juga mengatakan, tidak ada alasan untuk menempatkan setiap organ kembali ke tempat anatomisnya seperti semula.

Salah satu alasannya, yakni lantaran tidak ada perekat yang menahan posisi tersebut tetap berada di tempatnya.

Bahkan organ-organ ini bisa 'kocar-kacir.'

Memasukkannya ke dalam kantong jeroan juga membantu untuk mengatasi kebocoran.

Bahkan jika dibalsem, cairan tidak akan masuk ke organ karena tidak lagi menempel pada pembuluh darah.

Mengenai otak, alih-alih satu organ besar, ia akan diiris-iris menjadi sekitar 10–14 bagian.

Kepala dalam posisi berbaring seolah-olah sedang berada di tempat tidur.

Kemudian kulit kepala dipotong dari atas.

Satu-satunya cara untuk menempatkan otak ke alam tengkorak kembali yakni dengan menumpuknya di bagian atas tengkorak yang telah dibuang (yang akan meluap).

Kemudian otak harus ditahan untuk pemasangan 'penutup depan dan belakang' kulit kepala sehingga bisa dijahit.

Gravitasi dapat mendorong tengkorak terpisah di belakang dan menyebabkan otak keluar dan hanya ditahan dengan kulit kepala sehingga dapat mendistorsi fitur wajah.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved