Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Nangis di Kamar, Putri Candrawathi Lakukan Ini saat Brigadir J Ditembak, Kapolri: 'Beri Kesempatan'

Jenderal Listyo Sigit menjelaskan, kejadian penembakan di rumah dinas itu diduga sudah direncanakan terlebih dahulu oleh Irjen Ferdy Sambo.

Facebook, Instagram
Putri Candrawathi kepergok nangis di kamar, sempat lakukan ini saat Brigadir J ditembak. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM -Kronologi awal penembakan Brigadir J yang terjadi di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan diungkap oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri membeberkan kronologi kasus Ferdy Sambo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu malam kemarin.

Eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo disebut telah merekayasa kasus pembunuhan Brigadir J seolah terjadi tembak menembak.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari YouTube CNN Indonesia pada Kamis (25/8/2022), Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan penembakan dan pelecehan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo tidaklah benar dan terdapat upaya rekayasa TKP.

“Kronologis awal yang disampaikan bahwa terjadi pelecehan dan tembak menembak di rumah dinas Duren Tiga adalah tidak benar, terdapat upaya merekayasa TKP sehingga seolah terjadi tembak menembak,” beber Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam RDP bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Rabu malam kemarin dikutip YouTube CNN Indonesia.

Jenderal Listyo Sigit menjelaskan, kejadian penembakan di rumah dinas itu diduga sudah direncanakan terlebih dahulu oleh Irjen Ferdy Sambo.

Baca juga: Ferdy Sambo Sidang Kode Etik Pakai Seragam Dinas, Raut Wajahnya Disorot, Menyesal Habisi Brigadir J?

Baca juga: Sosok AKBP Ridwan Soplanit, Polri Pertama Datangi TKP Pembunuhan Brigadir J, Dihubungi Sopir Sambo

Jika Kapolri terima pengunduran diri Ferdy Sambo, suami Putri bakal terima ini
Jika Kapolri terima pengunduran diri Ferdy Sambo, suami Putri bakal terima ini (YouTube Kompas TV)

Skenario

Dimana perencanaan penembakan pembunuhan Brigadir J tersebut, juga diketahui oleh Putri Candrawathi dan Bharada E.

“Demikian juga saudara PC (Putri Candrawathi) diduga memberikan kesempatan terhadap peristiwa yang terjadi, saudara Richard (Bharada E) melakukan penembakan terhadap almarhum Yoshua (Brigadir J) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo),” terang Kapolri.

Lanjut Jenderal Listyo Sigit, menambahkan, saat proses pembunuhan Brigadir J berlangsung, Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E untuk melepaskan tembakannya.

Tembakan yang dilakukan Bharada E pun disaksikan langsung oleh Brigadir Rizal (Brigadir RR) dan Kuat Ma’ruf.

"Saudara Richard melakukan penembakan terhadap almarhum Yosua atas perintah FS, dimana disaksikan oleh Ricky, Kuat Ma'ruf, dengan juga perannya untuk ikut membantu,” tukasnya.

“Pasca penembakan FS melakukan penembakan senjata HS (HS-9) saudara Yoshua ke arah tembok,” sambungnya.

Ferdy Sambo Menembak?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved