Breaking News:

Heboh Panggilan 'Sayang' saat Rapat DPR & Kapolri, Hotman Paris Sindir Perzinaan: Siapa Buaya Cinta?

Panggilan 'sayang' saat rapat Komisi III DPR dan Kapolri buat heboh, Hotman Paris singgung pasal perzinaan, cari sosok 'buaya cinta'.

Editor: ninda iswara
Kolase TribunNewsmaker - Instagram @hotmanparisofficial
Panggilan 'sayang' saat rapat Komisi III DPR dan Kapolri buat heboh, Hotman Paris singgung pasal perzinaan, cari sosok 'buaya cinta'. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Panggilan 'sayang' saat rapat Komisi III DPR bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo belakangan bikin heboh.

Video saat rapat hingga terdengar panggilan 'sayang' ini viral di media sosial.

Hotman Paris yang juga menyoroti panggilan tersebut pun ikut berkomentar.

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Hotman Paris mengunggah video dari Surya.co.id (Tribunnews.com Network) detik-detik terdengarnya panggilan sayang saat rapat tersebut.

Hotman menyindir soal 'buaya darat' dan 'buaya cinta' pada para anggota Komisi III DPR RI.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan soal RUU KUHP terkait perzinahan.

"Ketahuan? Siapa buaya cinta atau buaya darat??? Makanya Komisi 3 DPR hati hati dgn RUU KUHP yang ada pasal: orang tua bisa lapor polisi apabila Anaknya hubungan intim dengan pasangan walau dua-duanya belum ada yang nikah! Aneh!!" kata Hotman Paris dikutip Tribunnews.com, Jumat (26/8/2022).

"Awas jangan sampai buat aturan tapi senjata makan tuan???? Ha ha siapa tuh sayaaaangggg!! tanyain jam berapa tiba di apart???" lanjut Hotman.

Lihat unggahannya di sini

Baca juga: SUKSES Cara Hotman Paris Buat 70 Aspri Bersaing Adu Dekat Dengan Bos: Makin Dekat, Gaji Makin Besar

Baca juga: Dikelilingi Aspri Seksi & Ngaku Nakal, Hotman Paris Peringatkan Soal Ini ke Raffi Ahmad: Tetap Satu

Hotman Paris tanggapi viralnya suara sayang saat rapat Komisi III DPR dan Kapolri
Hotman Paris tanggapi viralnya suara sayang saat rapat Komisi III DPR dan Kapolri (Instagram @hotmanparisoffical)

Sekedar informasi, aturan soal perzinaan diatur dalam bagian keempat pasal 415, 416 dan 417.

Pasal 415 mengatur seseorang yang bersetubuh tanpa status suami dan istri bisa dipidana paling lama satu tahun.

Kemudian, perzinaan tidak akan dilakukan penuntutan tanpa ada pengaduan dari suami atau istri bagi orang yang terikat perkawinan dan orang tua atau anaknya bagi orang yang tidak terikat perkawinan.

Berikutnya pasal 416 menyebutkan, seseorang yang hidup bersama layaknya suami istri terancam dipidana paling lama enam bulan.

Sama seperti pasal 415, tindak pidana ini bisa berlanjut ke penuntutan jika ada laporan dari suami atau istri, orang tua atau anak dari yang bersangkutan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved