Breaking News:

4 Fakta Perkembangan Terkini Kasus Brigadir J, dari Rekonstruksi Hingga Terungkap 'Otak' Ferdy Sambo

Terus menjadi sorotan masyarakat, berikut ini 4 fakta perkembangan terkini kasus pembunuhan Brigadir J

Editor: Talitha Desena
Kompas Tv
4 fakta perkembanga terkini kasus pembunuhan Brigadir J 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut ini 4 fakta mengenai perkembangan terkini kasus penembakan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perkembangan kasus Brigadir J diungkap oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Seperti yang diketahui, telah ditetapkan lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J, salah satunya mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo.

Lalu, empat tersangka lainnya yaitu Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, Kuat Ma'ruf, dan istri Sambo yakni Putri Candrawathi.

Kelimanya disangkakan perbuatan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Ancaman pidananya maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Terbaru, Kapolri merespons soal pengajuan banding pemecatan Sambo hingga rencana rekonstruksi pembunuhan.

Baca juga: Ferdy Sambo Belum Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J, Kamaruddin: Kalau Tobat, Saya Ingin Tolong Dia

Baca juga: Keluarga Brigadir J Tak Habis Pikir, Putri Candrawathi yang Terus Bersikeras Ngaku Korban Pelecehan

Kelima tersangka kasus pembunuhan Brigadir J
Kelima tersangka kasus pembunuhan Brigadir J (Kolase, Tribunnews.com/Facebook)

Respons banding Sambo

Ferdy Sambo dijatuhi hukuman pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar Kamis (25/8/2022) pagi hingga Jumat (26/8/2022) dini hari.

Tak hanya dipecat, Sambo juga dijatuhkan sanksi etik dengan dinyatakan melakukan perbuatan tercela dan sanksi administratif berupa penempatan khusus selama 40 hari.

Atas keputusan majelis sidang ini, Sambo langsung mengajukan banding.

Terkait ini, Kapolri belum bisa memastikan apakah banding yang diajukan Sambo bakal diterima atau tidak.

"Ya kita lihat saja (bandingnya diterima atau tidak)," kata Sigit saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (28/8/2022).

Sigit mengatakan, Sambo memiliki hak untuk mengajukan banding. Menurutnya, ini bagian dari proses pemecatan terhadap jenderal bintang dua itu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved