Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Putri Candrawathi Istri Sambo Ngotot Ngaku Dilecehkan, Keluarga Brigadir J Kecewa: Tutupi Kebohongan

Putri Candrwathi ibarat sudah tertangkap tangan berbohong pada peristiwa sebelumnya, dan kini masih tidak mau jujur.

YouTube TVOne, Kompas TV
Putri Candrawathi tetap ngaku dilecehkan Brigadir J. Keluarga korban kecewa istri Ferdy Sambo tak jujur. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tetap mengaku telah dilecehkan oleh mendiang Brigadir J.

Apa yang diungkapkan Putri Candrawathi membuat kecewa keluarga Brigadir J alias Brigadir Yosua.

Putri Candrawathi diminta untuk jujur memberikan keterangan jelas atas apa yang terjadi di kasus pembunuhan Brigadir J ini.

Dikatakan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak pihak keluarga Brigadir J mengaku sangat kecewa dengan kebohongan Putri Candrawathi.

Putri Candrwathi ibarat sudah tertangkap tangan berbohong pada peristiwa sebelumnya, dan kini masih tidak mau jujur.

Menurut Martin, segala sesuatu yang dimulai dengan kebohongan itu kualitasnya tidak ada.

Strategi Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo yang terus bersikeras soal pelecehan ini akan memberatkan mereka.

Baca juga: Deolipa Bongkar Kebohongan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo Termakan Hasutan Sosok Ini: Ingin Berkuasa

Baca juga: Kondisi Rumah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Jelang Rekontruksi Kasus Brigadir J, Tampak Sepi

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diminta jujur dan tak bohong atas pembunuhan Brigadir J
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diminta jujur dan tak bohong atas pembunuhan Brigadir J (YouTube TVOne, Kompas TV)

"Sebenarnya kita kecewa, karena sudah tertangkap tangan, berbohong pada peristiwa sebelumnya.

Tapi sekarang yang kami pikir apa yang dikatakan sekarang itu dalam rangka menutupi kebohongan yang sebelumnya."

"Saya sebenarnya malas berkomentar karena sudah panjang komentar ini.

Tapi segala sesuatu yang dimulai dengan kebohongan itu kualitasnya tidak ada, jadi tidak penting juga."

"Justru strategi ini yang akan memberatkan beliau," kata Martin dalam tayangan Program 'Sapa Indonesia Pagi' Kompas TV, Senin (29/8/2022).

Untuk menutupi satu kebohongan, maka diciptakan kebohongan lainnya.

Di mata jaksa dan hakim, pemeriksaan tidak hanya dari pernyataan yang bersangkutan namun juga melihat bagaimana cara penyampaiannya, apakah ada jeda waktu, serta apakah ada gestur seperti direkayasa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved