Breaking News:

'Mereka Ga Bunuh Orang' Irma Hutabarat Geram Angelina Sondakh & Vanessa Angel Disamakan dengan Putri

Aktivis Irma Hutabarat sindir Komnas Perempuan. Tak terima Putri Candrawathi dibandingkan dengan Angelina Sondakh dan Vanessa Angel, tak sama!

Editor: octaviamonalisa
Kolase TribunnewsMaker.com/Instagram
Aktivias Irma Hutabarat geram Putri Candrawathi terlalu diistimewakan, beda dengan Angie dan Vanessa Angel 

"Oke sekarang alasan (penyidik) bisa subjektif.

Tapi Kapolri berjanji di depan DPR dia akan kembalikan citra Polri.

Saya jadi bertanya ini bercanda apa ngga sih?

Kasus ini benar-benar menentukan citra kepolisian tapi yang dilakukan bertolak belakang," kata Irma.

Menurutnya alasan kemanusiaan lantaran memiliki anak kecil tidak bisa digunakan kepada Putri Candrawathi.

"Memang cuma dia yang punya anak kecil? Kalau dibandingkan dengan yang lain engga pernah ada nyonya jenderal dalam kasus pembunuhan berencana, tidak membuat tatanan hukum menjadi runtuh," ujarnya.

Angelina Sondakh kaget masa lalunya dulu kini dibandingkan dengan Putri Candrawathi
Angelina Sondakh kaget masa lalunya dulu kini dibandingkan dengan Putri Candrawathi (YouTube Kompas TV/Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Irma juga menyebutkan, tidak pantas membandingkan perbuatan yang dilakukan Putri Candrawathi dengan Vanessa Angel atau Angelina Sondakh.

"Mereka itu ngga membunuh orang kok," ujarnya.

Lebih lanjut Irma menyoroti Komnas Perempuan yang selalu memfokuskan kondisi Putri Candrawathi.

"Kalau bicara kemanusiaan ada manusia yang ada nyawa hilang disitu. Kalau Komnas Perempuan mau membela hak perempuan, bicara dong tentang Ibunya Yosua. Kenapa harus bicara tentang Putri Candrawathi yang selalu dapat previlage," ujarnya.

Komnas Perempuan: Putri Candrawathi tak ditahan sesuai HAM wanita

Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi menjelaskan perempuan yang sedang menjalani fungsi maternitas, salah satunya mengasuh anak, dapat tidak ditahan sebelum persidangan.

Menurtutnya tidak ditahannya Putri, setelah menjadi tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua, sesuai hak asasi perempuan.

Namun Komnas perempuan menyebut, semestinya aturan ini berlaku untuk semua perempuan di Indonesia yang sedang berhadapan dengan hukum, tanpa kecuali.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved