Breaking News:

Berambisi Jadi The Next Dubai, Timor Leste Percaya Diri Karena Miliki Cadangan Gas Melimpah

Berambisi jadi The Next Dubai, Timor Leste percaya diri karena miliki cadangan gas melimpah.

Editor: Candra Isriadhi
ConocoPhillips
Lokasi pengeboran minyak lepas pantai Bayu Undan di Laut Timor. Berambisi jadi The Next Dubai, Timor Leste percaya diri karena miliki cadangan gas melimpah. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berambisi jadi The Next Dubai, Timor Leste percaya diri karena miliki cadangan gas melimpah.

Negara tetangga Indonesia yang baru berusia 23 tahun tersebut kini miliki potensi untuk menjadi bangsa kaya.

Pasalnya kini Timor Leste diketahui memiliki cadangan gas 5,1 triliun.

Lama disebut-sebut sebagai usaha patungan antara Timor Leste dan Australia, dua ladang yang membentuk Greater Sunrise ditemukan pada tahun 1974 dan menyimpan sekitar 5,1 triliun kaki kubik gas dan 226 juta barel kondensat, sejenis minyak mentah ringan yang biasanya ditemukan dengan gas.

Presiden Timor Jose Ramos Horta mengklaim negaranya bakal menjadi The next Dubai atau Singapura di dunia.

Namun eksplorasi terhenti karena sengketa batas laut dan apakah gas harus disuling di Australia atau Timor Leste.

Ramos Horta mengatakan pada hari Rabu bahwa Indonesia, Korea Selatan, Jepang dan China semua bisa menjadi investor yang tertarik.

Baca juga: Bersyukur Banget Warga Timor Leste Senang Pemerintah Indonesia Berikan Kesempatan untuk Sekolah

Baca juga: Kardinal Terpilih dari Timor Leste Hampir Pingsan Saat Dengar Paus Fransiskus Tunjuk Namanya

Ilustrasi ladang gas di Timor Leste.
Ilustrasi ladang gas di Timor Leste. (Intisari)

Dia menyebut negara-negara itu sebagai pelamar alternatif potensial saat dia mendorong Australia atas proyek tersebut, dan masalah pelik di mana gas masa depan akan diproses.

Dili ingin menyalurkan gas ke Timor Lorosa'e – di mana mereka mengharapkan lebih banyak manfaat ekonomi dari pabrik gas alam cair (LNG) yang baru.

Australia menginginkan gas disalurkan ke pusat gas LNG yang ada di kota utara Darwin.

Ramos-Horta mengatakan tidak masuk akal baginya untuk mengirim gas ke Darwin, yang akan membutuhkan pipa sepanjang 500 kilometer (310 mil), daripada ke Timor Timur dengan pipa sepanjang 200 km dan menambahkan bahwa biaya operasi di Timor akan lebih besar.

“Saya tidak mengerti logika ekonomi dari usaha patungan yang bersikeras untuk mengambil pipa itu. Tapi kami terbuka untuk berdiskusi dengan pemerintah,” katanya seperti dilansir dari Aljazeera.

Dia mendesak Australia untuk mendukung jalur pipa ke Timor Lorosa'e, dengan mengatakan itu dapat membantu mengubah negaranya menjadi Dubai atau Singapura berikutnya, membawa pendapatan negara sebesar 50 miliar dolar dan manfaat pembangunan sebesar 50 miliar dolar.

Baca juga: Ditinggal Orangtua ke Timor Leste, Siswi SMP di NTT Dicabuli Sepupu Hampir Tiap Hari Selama 5 Bulan

Baca juga: AKSI Mantan Presiden Timor Leste Pikul Kardus, Sahabat BJ Habibie Turun Langsung Bantu Korban Banjir

Lokasi pengeboran minyak lepas pantai Bayu Undan di Laut Timor.
Lokasi pengeboran minyak lepas pantai Bayu Undan di Laut Timor. (ConocoPhillips)

“Kami memiliki tetangga, Australia, yang dapat membuat keajaiban ini terjadi,” kata Ramos-Horta.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved