Breaking News:

PILU Nasib Gadis Berprestasi Dipaksa Nikah oleh Ortu, Berhenti Kuliah, Disiksa Suami: Dia Depresi

Dijodohkan oleh orangtuanya, gadis berprestasi terima nasib pilu. Dihina hingga disiksa suami, terpaksa berhenti kuliah.

Editor: ninda iswara
dreamtimes.com dan lukasdedi
Illustrasi - Dijodohkan oleh orangtuanya, gadis berprestasi terima nasib pilu. Dihina hingga disiksa suami, terpaksa berhenti kuliah. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pilu hidup seorang gadis berprestasi yang harus menderita.

Semua tak lepas dari perjodohan yang dilakukan oleh orangtua terhadapnya.

Menjadi korban perjodohan orangtua, gadis ini harus merelakan prestasinya yang sangat disayangkan.

Sebagai orang tua, memang sudah seharusnya mendukung apa yang dilakukan anak, selagi hal tersebut positif.

Sebab, tak jarang anak yang dikekang malah berakhir nekat melakukan berbagai cara untuk memenuhi keinginannya, bahkan tak jarang nyawa pun turut menjadi ancaman.

Rasa-rasanya, di zaman sekarang juga perjodohkan yang dilakukan orang tua untuk anaknya sudah tak penting lagi.

Karena, hal itu hanya membawa luka untuk sang anak.

Baca juga: Nasib Pria Putus Asa Sampai Sebar Pamflet Cari Jodoh, Kini Banjir Peminat, Dapat 10 Ribu Calon Istri

Baca juga: Tinggi Tak Sampai 1 Meter, Gadis Ini Pasrah Soal Jodoh, Kini Malah Menikah Muda Bahagia Dapat Suami

Ilustrasi dijodohkan
Ilustrasi dijodohkan (Freepik)

Melansir dari Kosmo, Senin (12/9/2022), seorang gadis asal Malaysia yang berprestasi terpaksa berhenti belajar dan menuruti kata-kata orang tuanya untuk menikah dengan pria pilihan mereka.

Sayangnya, rumah tangganya itu tak berjalan sebagaimana mestinya.

Hal ini karena sang suami yang suka menghina dan mengingkari sebagian haknya dalam rumah tangga.

Kisah hidup gadis itu diceritakan oleh Psikologi Keluarga dan Konsultan Hukum Syarie, Suzana Ghazali.

Ia awalnya menyinggung soal perempuan yang melupakan cita-citanya demi kedua orang tuanya.

"Dia adalah siswa yang sangat baik, berhasil memperoleh 8A dalam Sertifikat Pendidikan Malaysia (SPM).

Selama semester pertama di sebuah lembaga pendidikan tinggi negeri (IPTA), ia mendapat Indeks Prestasi Kumulatif (CGPA) 3,77," cerita Suzana Ghazali.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved