Breaking News:

Rusia Jual BBM Murah, Jika Indonesia Ngotot Beli Inilah Dampak Negatif Bakal Terjadi di Dalam Negeri

Rusia jual BBM murah, jika Indonesia ngotot beli inilah dampak negatif yang bakal terjadi.

Editor: Candra Isriadhi
ADEK BERRY / AFP
Seorang pekerja PT Pertamina mengisi tangki truk dengan bahan bakar minyak (BBM). Rusia jual BBM murah, jika Indonesia ngotot beli inilah dampak negatif yang bakal terjadi. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Rusia jual BBM murah, jika Indonesia ngotot beli inilah dampak negatif yang bakal terjadi.

Sebelumnya pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk membeli minyak dari Rusia.

Hal itu tampak solutif sekali di tengah harga minyak dunia yang sedang melonjak tajam.

Sebelumnya, China dan India sudah lebih dulu membeli minyak mentah Rusia dengan harga diskon tersebut.

Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi menyebutkan ada banyak dampak negatif jika pemerintah ngotot beli minyak Rusia.

Mulai dari, Indonesia akan dituduh membiayai perang Rusia, hingga besarnya biaya risiko yang timbul.

Baca juga: Harga BBM Subsidi Akan Diturunkan Pemerintah, Asalkan Kondisinya Memenuhi Syarat & Ketentuan

Baca juga: Cara Daftarkan Mobil di MyPertamina untuk Beli BBM Subsidi, Foto Dokumen Harus Benar

Ilustrasi kilang minyak. Indonesia berencana membeli minyak mentah dari Rusia.
Ilustrasi kilang minyak. Indonesia berencana membeli minyak mentah dari Rusia. (boombastis.com)

“Kan baru mempertimbangkan, belum memutuskan, kalau diputuskan, berarti ini adalah keputusan yang bodoh."

"Karena, diluar itu ada beberapa biaya yang nantinya akan terjadi, seperti biaya angkut, risiko, hingga tuduhan membiayai perang Rusia,” kata Fahmi kepada Kompas.com, Selasa (13/9/2022).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah asal Rusia.

Pertimbangan ini diambil karena Moskow menawarkan diskon besar-besaran, dimana harganya jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar minyak international.

"Semua opsi selalu kami pantau. Kalau ada negara dan mereka memberikan harga yang lebih baik, tentu saja."

"Ada kewajiban bagi pemerintah untuk mencari berbagai sumber untuk memenuhi kebutuhan energi rakyatnya," kata Presiden Joko Widodo kepada Financial Times, Senin (12/9/2022).

Fahmi merinci, biaya yang dibebankan tersebut mencakup biaya angkut yang lebih mahal karena lokasinya yang lebih jauh.

Baca juga: Cara Mudah Mendapatkan BLT BBM Rp 600 Ribu Tanpa Perlu Datang ke Kantor Pos Antre Berjam-jam

Baca juga: Cara Mudah Mendapatkan BLT BBM Rp 600 Ribu Tanpa Perlu Datang ke Kantor Pos Antre Berjam-jam

Seorang pekerja PT Pertamina mengisi tangki truk dengan bahan bakar minyak (BBM). Kuota Pertalite dan Solar Diprediksi Habis September dan Oktober 2022.
Seorang pekerja PT Pertamina mengisi tangki truk dengan bahan bakar minyak (BBM). Kuota Pertalite dan Solar Diprediksi Habis September dan Oktober 2022. (ADEK BERRY / AFP)

Kemudian, ada risiko akan dihadang oleh aktifis Greenpeace, seperti yang sempat terjadi pada April 2022 lalu, dimana sejumlah aktivis Greenpeace menghadang kapal tanker Pertamina International Shipping bernama Pertamina Prime.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved