Breaking News:

NAIK Tahta Gantikan Ratu Elizabeth II, Tabiat Raja Charles III Bocor, Emosi Gegara Hal Sepele Ini

Dua kali dalam beberapa hari terakhir, Raja Charles III yang baru saja dimahkotai itu telah menunjukkan sikap frustrasinya yang tidak terlihat 'agung'

NEIL HALL/EPA-EFE
Sikap Raja Charles III terbongkar, dianggao kurang bisa menjaga emosi. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok Raja Charles III kini semakin menjadi sorotan setelah naik tahta menggantikan ibunya, Ratu Elizabeth II dalam mempimpin Kerjaan Inggris.

Setelah menggantikan Ratu Elizabeth II, rupanya banyak hal di diri Raja Charles yang mulai terkuak, seperti sikapnya.

Seperti yang diketahui, Ratu Elizabeth II saat memimpin Kerajaan Inggris begitu populer di dunia karena sikapnya yang berhasil menjaga temperamen.

Lantas bagaimana dengan putranya?

Kini sang putra, Raja Charles III telah menunjukkan tanda-tanda ia memiliki sikap 'sedikit kurang bisa menjaga emosi'.

Dikutip Tribunnews.com dari laman www.nymag.com, Rabu (14/9/2022), dua kali dalam beberapa hari terakhir, Raja yang baru saja dimahkotai itu telah menunjukkan sikap frustrasinya yang tidak terlihat 'agung' untuk seorang bangsawan, hanya karena sebuah pena.

Dalam insiden pertama, Raja yang sebelumnya memiliki gelar Prince of Wales ini menunjukkan wajah kesalnya saat meminta seorang ajudan untuk menyingkirkan nampan pena yang ada di mejanya.

Sehingga ia memiliki ruang untuk menandatangani dokumen besar yang tampak seperti berasal dari 'abad pertengahan' itu.

Kemudian pada Selasa kemarin (13/9/2022), ia benar-benar melepaskan emosinya, saat mencoba menandatangani dokumen lain dalam kunjungannya ke Irlandia Utara.

Baca juga: Video Viral Bongkar Sifat Pemarah Raja Charles III, Baru Dinobatkan Sudah Menghardik ke Pelayan

Baca juga: Sama Seperti Ratu Elizabeth, Foto Tangan Raja Charles Juga Pertanda Buruk, Dokter Ungkap Artinya

Raja Inggris Charles III
Raja Inggris Charles III (Photo by Daniel LEAL / AFP)

Charles 'memaki' pena bocor yang diberikan kepadanya, saat istrinya, Permaisuri Camilla mengatakan bahwa tinta pena itu membanjiri tangan sang Raja.

Charles pun marah dan merasa jijik dengan kondisi tersebut.

"Saya tidak tahan dengan hal belepotan ini," tegas Raja Charles.

Ia kemudian mengeluh bahwa tiap dirinya menemukan pena yang bocor, tintanya pasti selalu memiliki bau yang menyengat.

"Setiap kali pasti bau," jelas Raja Charles.

Sikapnya ini diperkirakan akan menjadi simbol bahwa Raja yang baru memerintah beberapa hari ini memiliki karakter 'pemarah' saat menghadapi situasi seperti itu.

Para pengamat menilai, tidak mungkin kepribadian putra sulung mendiang Ratu Elizabeth II itu mengalami banyak perubahan setelah mendapatkan pekerjaan teratas di monarki.

Satu-satunya yang menjadi pertanyaan adalah apakah emosinya atas gangguan kehidupan sehari-harinya itu akan membuatnya disukai publik atau akhirnya justru membantu menjatuhkan monarki. 

Misteri Jari-jari Raja Charles Merah & Bengkak, Pernah Bercanda Sebut Tangannya Sendiri Bak Sosis

Alasan jari-jari Raja Charles III sering terlihat bengkak dan memerah seperti sosis.

Anggota keluarga kerajaan Inggris memang selalu menarik perhatian, terutama Raja Charles III yang baru naik tahta pasca kematian Ratu Elizabeth II.

Foto jari-jari Raja Charles yang tampak bengkak dan merah menjadi viral dan dipertanyakan oleh publik.

Seorang dokter telah mengungkapkan kondisi kesehatan yang mungkin diderita Raja Charles III, setelah simpatisan Kerajaan Inggris memperhatikan 'jarinya yang bengkak'.

Kematian ibu sang Raja, yakni Ratu Elizabeth II yang berusia 96 tahun pada 8 September lalu, telah mengungkapkan kesehatannya yang memburuk, ia mengalami kelelahan yang meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Namun saat ini, perhatian telah beralih ke ahli warisnya yang berusia 73 tahun, Charles menunjukkan tangannya yang merah dan bengkak, ini terlihat pada foto-foto yang dibagikan di media sosial sejak kematian sang Ratu.

Dikutip dari laman Daily Mail, Senin (12/9/2022), jari yang bengkak adalah sesuatu yang diderita oleh sang Raja selama bertahun-tahun.

Baca juga: TERKUAK Kisah Cinta Pangeran Charles, Pernah Pacari Baby Sitter, Selingkuh Seusai Nikahi Putri Diana

Baca juga: Sosok Camilla yang Jadi Permaisuri Raja Charles, Pernah Buat Putri Diana Menangis Karena Gelang Ini

Pangeran Charles dikabarkan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).
Pangeran Charles  (Covid-19). (Instagram @theroyalfamily)

Ia sendiri bahkan bercanda menyebut jari-jarinya itu sebagai 'jari sosis' pada 2012 saat melakukan tur di Australia setelah penerbangan panjang.

Sejak saat itu, seorang dokter Inggris menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi kesehatan yang dialami sang Raja dan berpotensi menjadi rentan terhadap retensi air, namun ini kemungkinan hanya dialami oleh mereka yang tergolong usia tua.

"Oedema adalah suatu kondisi di mana tubuh mulai menahan cairan pada anggota badan, biasanya kaki dan pergelangan kaki namun juga bisa terjadi pada jari-jari yang menyebabkan jari-jari itu jadi membengkak," kata Dr Gareth Nye.

Untuk melihat apakah Oedema menjadi penyebab jari yang membengkak dan memerah itu, maka perlu untuk menekan area yang bengkak selama sekitar 15 detik.

Dokter itu menambahkan bahwa wanita lebih rentan terkena Oedema dibandingkan kelompok pria, karena hormon wanita mereka, progesteron, cenderung menyebabkan kondisi tersebut.

Ini membuat beberapa wanita mengalami bengkak pada pergelangan kaki sebelum masa menstruasi.

Sedangkan orang yang lebih tua dapat mengalami gangguan ini, jika mereka duduk dalam waktu yang lama.

Raja Charles telah berulang kali mendapatkan sorotan karena tangan dan kakinya yang bengkak, ini terlihat setelah ia menghabiskan waktu untuk terbang atau bepergian ke negara-negara beriklim panas.

Alasan potensial lain yang dapat memicu 'jari sosis' adalah radang sendi.

Arthritis merupakan kondisi umum lainnya yang dapat dialami mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Tangan Pangeran Charles tampak bengkak dan merah seperti sosis
Tangan Pangeran Charles tampak bengkak dan merah seperti sosis (AFP via Tribunnews dan Twitter)

"Kondisi ini sering mempengaruhi tiga area utama pada tangan, sendi ibu jari atau salah satu sendi di jari. Jari biasanya menjadi kaku, nyeri dan bengkak, meskipun obat dapat membantu mengatasi rasa sakit, namun pembengkakan bisa saja tetap ada," jelas Dr Nye.

Penyebab lainnya bisa saja karena diet tinggi garam atau obat-obatan tertentu.

Pada Jumat lalu, seorang dokter menunjukkan penampilan lemah sang Ratu pada momen terakhirnya, yakni pengangkatan Perdana Menteri (PM) baru Inggris.

Terlihat bahwa ia telah mendekati hari-hari terakhir hidupnya.

Dr Deb Cohen Jones, yang tinggal di Perth, Australia Barat mengatakan foto tangan Ratu Elizabeth II saat berpose bersama PM baru Inggris Liz Truss di Kastil Balmoral di Skotlandia pada Selasa lalu kemungkinan merupakan tanda kesehatannya menurun.

"Sepertinya ada kemungkinan bukti penyakit pembuluh darah perifer.

Ini adalah gangguan sirkulasi darah yang menyebabkan pembuluh darah di luar jantung dan otak anda menyempit, tersumbat, atau tegang.

Kadang-kadang bisa mengakibatkan gagal jantung, jika sirkulasi perifer kian buruk, maka organ tidak menerima suplai darah yang baik. Ini bisa menjadi tanda kegagalan multi organ," kata Dr Jones.

Lalu apa itu penyakit pembuluh darah perifer?

Penyakit pembuluh darah perifer adalah gangguan sirkulasi yang lambat dan progresif.

Penyempitan, penyumbatan atau kejang pada pembuluh darah dapat menyebabkan Peripheral Vascular Disease (PVD) yang merupakan nama lain penyakit pembuluh darah perifer.

PVD dapat mempengaruhi pembuluh darah di luar jantung termasuk arteri, vena atau pembuluh limfatik.

Organ yang disuplai oleh pembuluh ini, seperti otak dan kaki bisa saja tidak mendapatkan aliran darah yang cukup untuk berfungsi dengan baik.

Namun, organ yang paling sering terkena adalah kaki.

Penyakit pembuluh darah perifer juga disebut penyakit arteri perifer (PAD).

Beberapa gejala yang terkenal termasuk nyeri intermiten yang mungkin muncul sebagai kram atau kelelahan otot, 'dingin' pada bagian tubuh yang terkena, mati rasa dan kesemutan.

Tangan mendiang sang Ratu tampak 'berbintik-bintik', ini biasanya terjadi saat jantung tidak lagi mampu memompa darah secara efektif.

Tekanan darah perlahan turun dan aliran darah ke seluruh tubuh melambat, menyebabkan ekstremitas mulai terasa dingin saat disentuh.

(Tribunsolo/Tribunews.com/Fitri Wulandari)(Tribunnews/Fitri Wulandari)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Raja Charles III Dianggap Kurang Bisa Menjaga Emosi, Pernah Kesal Gara-gara Tinta Pena dan di Tribunnews.com dengan judul Tangan Raja Charles III Jadi Perhatian, Jari Disebut Sosis karena Bengkak dan Merah, Ini Kata Dokter

Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved