Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

TRANSAKSI Ratusan Juta dari Rekening Brigadir J, ATM Dikuasai Putri, Sosok Ini Sebut Pelanggaran

Putri Candrawathi diketahui membuka rekening atas nama Brigadir J dan Bripka RR. Hal itu menjawab pertanyaan atas adanya transaksi ratusan juta.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO dan tangkap layar Kompas TV
Misteri transaksi ratusan juta dari rekening Brigadir J, kini terungkap ATM ternyata dikuasai Putri Candrawathi. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus kematian Brigadir J hingga kini masih bergulir dan menjadi sorotan publik.

Banyak teka-teki yang belum terpecahkan terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Seperti terkait transferan ratusan juta rupiah dari rekening Brigadir J.

Pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang dari Universitas Trisakti, Yenti Garnasih, mencurigai soal adanya pembukaan rekening yang dilakukan Putri Candrawathi atas nama ajudannya.

Bukan cuma satu, Putri Candrawathi diketahui membuka rekening atas nama Brigadir J dan Bripka RR.

Hal itu menjawab pertanyaan atas adanya transaksi di rekening Brigadir J tiga hari setelah almarhum meninggal dunia.

Transaksi senilai Rp 200 juta itu dikirim dari rekening Brigadir J ke Bripka RR.

Belakang terungkap bahwa ATM atas nama keduanya itu dikuasai oleh Putri Candrawathi.

“Ya itu ada pelanggaran ya tentu saja, kan kita tahu yang namanya bikin rekening itu harus atas nama dirinya, pakai KTP dia,” kata Yenti Garnasih, dilansir dari Kompas TV, Jumat (16/9/2022).

Tak hanya itu, kata dia, saat pemilik ATM itu meninggal dunia, pihak bank seharusnya bisa mengambil tindakan.

“Harusnya yang mengeluarkan uang di tanggal 11 sementara di tanggal 8 itu meninggal, itu harusnya ahli waris, nah ahli warisnya siapa,” jelas dia.

Tak hanya itu, ia pun mencurigai adanya modus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus ini.

Baca juga: Kamaruddin Yakini Hal Ini Jadi Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J: Ketahuan Nikah dengan Si Cantik

Baca juga: Pengacara Brigadir J Heran Ferdy Sambo Transfer Ratusan Juta Per Bulan Setahu Saya Gajinya 30 Juta

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

“Modus-modus seperti ini kok jadi seperti modusnya TPPU ya, jadi orang-orang yang melakukan kejahatan itu biasanya minta KTP anak buahnya atau bahkan cleaning service, KTP-nya dipakai untuk buka rekening kemudian langsung diambil dia, baik rekeningnya maupun ATM-nya,” tutur dia.

Bahkan kata dia, bisa jadi para ajudannya tidak tahu kalau ada ATM atas nama dirinya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved