Breaking News:

Pulang, Pria Syok Rumah Rata dengan Tanah, Ternyata Dirobohkan, gegara Utang 1,3 Juta, Ini Faktanya

Syok pria pulang lihat rumah rata dengan tanah, dirobohkan rentenir gegara utang Rp 1,3 juta, ini faktanya.

Editor: ninda iswara
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI/ YouTube TribunJabar video
Syok pria pulang lihat rumah rata dengan tanah, dirobohkan rentenir gegara utang Rp 1,3 juta, ini faktanya. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pria bernama Undang (47) syok lihat kondisi rumahnya saat pulang dari Bandung.

Rumah yang menjadi tempatnya berteduh ini sudah rata dengan tanah.

Ternyata semua tak lepas dari aksi tega rentenir di Garut.

Mereka merobohkan rumah Undang (47 tahun), warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Aksi merobohkan rumah itu dipicu utang Rp 1,3 juta dengan bunga mencekik Rp350 ribu per bulan yang belum dilunasi.

Kasus itu pun kini ditangani polisi.

Aparat kepolisian sedang menyelidiki kasus tersebut, seperti diungkapkan Kepala Satuan Reskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi pada Minggu (18/9/2022).

"Lagi proses lidik, semua para pihak sudah diperiksa," kata Dede.

Baca juga: DIKIRA Benda Langit Rumah Warga di Situbondo Ternyata Tertimpa Pohon Jati Roboh Akibat Angin Kencang

Baca juga: Sedang Tidur dengan Anaknya, Ibu Syok Tembok Rumah Roboh & Menimpanya, Nasib Sang Batita Memilukan

Puing-puing rumah milik Undang (42) warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rumahnya rata dengan tanah setelah tidak sanggup membayar hutang.
Puing-puing rumah milik Undang (42) warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rumahnya rata dengan tanah setelah tidak sanggup membayar hutang. (Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari)

1. Curhat pilu pemilik rumah

Melansir dari Tribun Jabar, Undang mengatakan rumah itu adalah warisan orang tuanya.

"Itu rumah warisan dari ayah saya. Waktu dirobohkan, saya dan istri lagi tidak ada. Pas pulang, lihat rumah sudah rata. Istri saya menangis, anak saya menangis," kata Undang, Sabtu (17/9).

Kejadian rumahnya dirobohkan terjadi pada 10 September 2022, ketika Undang yang bekerja serabutan sedang ke Bandung untuk mencari pekerjaan. 

Sementara itu, istrinya juga bekerja di sana sebagai asisten rumah tangga.

"Anak saya, satu, laki-laki usia 10 tahun, dibawa juga ke Bandung, bantu-bantu juga," ujar Undang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved